Berita Pendidikan Surabaya

Sekolah Utang Ratusan Juta akibat BOS Telat Cair, Kadindik Jatim: SPM Sudah Saya Teken

Memasuki akhir triwulan pertama Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMA/SMK negeri belum juga cair.

Sekolah Utang Ratusan Juta akibat BOS Telat Cair, Kadindik Jatim: SPM Sudah Saya Teken
surabaya.tribunnews.com/sylvianita widyawati
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Memasuki akhir triwulan pertama Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMA/SMK negeri belum juga cair. Akibatnya sekolah harus hutang hingga ratusan juta untuk menutup biaya operasioanl 3 bulan ini.

Di Surabaya, salah satu SMK bahkan telah menumpuk hutang selama tiga bulan terakhir ini mencapai Rp 400 juta. Pinjaman itu dilakukan untuk menutupi kebutuhan operasional sekolah karena BOS terlambat.

Jumlah pinjaman Rp 400 juta itu sudah setara dengan 50 persen pencairan BOS triwulan I di sekolah tersebut.

“Jadi kalau cair ya langsung untuk bayar hutang dulu. Cairnya sekitar Rp800 juta, jadi 50 persen untuk bayar hutang. Tapi sampai sekarang belum cair dananya,” tutur salah satu kepala SMK negeri di Surabaya yang tidak berkenan disebut namanya pada SURYA.co.id, Kamis (22/3/2018).

Pinjaman tersebut, lanjutnya, diperoleh bukan dari koperasi sekolah melainkan dari pihak luar. “Kami cari pinjaman tapi tidak pakai bunga,” tutur dia.

Di awal tahun ini, pencairan BOS dinilai cukup penting untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Sebab, di jenjang SMA/SMK pada Bulan Maret sudah menggelar Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Di sisi lain, sekolah juga harus mempersiapkan diri untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sementara pemasukan dari SPP tidak benar-benar bisa diandalkan.

“Tidak tahu kenapa, justru yang cair lebih dulu swasta,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Saiful Rachman mengakui, pencairan BOS untuk SMA/SMK negeri lebih lama daripada sekolah swasta.

Hal itu lantaran ada sejumlah proses evaluasi yang harus dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Sekarang sudah selesai semua prosesnya. SPM (Surat Perinta Membayar) sudah saya tandatangani dan sudah di BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah),” tutur Saiful.

Saiful menegaskan, dalam waktu dekat sekolah negeri segera menerima pencairan dana BOS. Setelah proses dari BPKAD sekolah dana akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing satuan pendidikan.

“Paling lambat Senin (26/3/2018) sudah cair semua,” tutur Saiful.

Terkait pencairan BOS yang lebih awal tersebut juga dibenarkan Kepala SMK Dr Soetomo Surabaya , Juliantono Hadi.

Menurutnya, pencairan BOS triwulan I telah diterimanya sejak satu pekan lalu. Sekolah pun segera membelanjakannya untuk keperluan USBN, UNBK dan persiapan penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2018/2019.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help