Pilkada 2018

Khofifah Kunjungi UKM Perajin Manik-Manik di Jombang

Cagub Jawa Timur nomor 1, Khofifah Indar Parawansa, menyisir pelaku usaha kecil menengah di Desa Plumbon Gambang Kecamatan Gudo, Jombang.

Khofifah Kunjungi UKM Perajin Manik-Manik di Jombang
surya/fatimatuz zahro
Khofifah meninjau perajin manik-manik di Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. 

SURYA.CO.ID | JOMBANG - Cagub Jawa Timur nomor 1, Khofifah Indar Parawansa, menyisir pelaku usaha kecil menengah di Desa Plumbon Gambang Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang, Kamis (22/3/2018).

Usaha yang disambangi Khofifah itu memiliki brand Beads Flowers Manik Manik Jombang. Produk warga desa ini sudah menembus pasar ekspor, seperti Amerika, Singapura dan sejumlah negara yang lain.

Sedangkan untuk pasar nasional, produk manik-manik berupa kalung, gelang, bros, dan aksesoris ini menjadi favorit turis Bali dan Martapura.

"Ini menarik, motif yang ada di manik-manik ini bukan dicat lho. Tapi dibantuk saat meleburkan dan membentuk manik di atas api, ratusan tahun motif ini tidak akan rusak," kata Khofifah.

Ia menyemoatkan diri untuk melihat langsung proses produksi yang ada di belakang rumah usaha. Beberapa pengrajin sudah siap di atas api yang membara, dan meleburkan batangan limbah kaca dan beling yang tebalnya sekitar dua milimeter.

Limbah kaca itu dibentuk menjadi bulatan manik. Motif dan warna juga dibuat dengan kaca yang lain yang memiliki warna tertentu. Motif dalam setiap manik dibuat masing-masing pengrajin di atas api yang membara tersebut.

"Ini produk rumahan yang kreativitasnya tinggi. Pengarjinnya turun sendiri ke daerah tertentu meneliti motif khas di setiap daerah atau suku tertentu," kata Khofifah.

Misalnya untuk suku tertentu, etnik tertentu yang khas seperti apa. Untuk nikahan seperti apa, hal tersebut didalami betul oleh pengrajin.

"Nah para arkeolog jadi referensi pengrajin ini. Karena beliau ini memahami banyak motif etnik dari banyak daerah," ucap Khofifah lagi.

Namun, meski begitu usaha yang memili 129 pengrajin dan 3000 total tenaga kerja ini masih mengalami kendala dan kesulitan produksi. Tepatnya yaitu pada penyediaan bahan baku row material.

"Produk di sini ada proses konversi dari pecahan beling, keramik menjadi kaca. Nah saat ini ada perbedaan produk keramik, sehingga pecahan keramik yang dulu pengepul bisa disuplai ke pengrajin manik saat ini mulai berkurang," kata Khofifah.

Sehingga ke depan, menurut Khofifah harus segera dicarikan opsi lain untuk supplai bahan baku dari usaha pembuat manik-manik tersebut. Dengan begitu usaha akan terus berjalan dan berkembang.

Kondisi itu dibenarkan oleh Nur Wahid, pemilik usaha Beads Flower Manik-Manik Jombang. "Ini bisnis keluarga, saat ini sudah satu desa membuat manik-manik. Pembuatan manik-manik ini memang dari kaca, limbah keramik, tapi sekarang mulai terbatas," katanya.

Pihaknya berharap gubernur mendatang bisa memberikan solusi bagi pelaku usaha di Desa Plumbon Gambang Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang ini.

"Saya yakin bu Khofifah bisa. Keinginan kami adalah supaya pelaku usaha kecil seperti kami bisa lebih sejahtera," pungkasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved