Ternak Lebah dari Memanfaatkan Lahan Kosong, Warga di Tuban Ini Hasilkan Ratusan Liter Madu Seminggu

Dengan jumlah dua ratus box, maka sekali panen bisa menghasilkan 150 botol madu, dengan ukuran botol satu liter.

Ternak Lebah dari Memanfaatkan Lahan Kosong, Warga di Tuban Ini Hasilkan Ratusan Liter Madu Seminggu
surya/m sudarsono
Aktivitas budidaya madu di atas lahan kosong Tuban 

SURYA.co.id | TUBAN - Tidak banyak yang bisa menangkap peluang lahan kosong untuk dimanfaatkan sebagai tempat usaha. Namun tidak bagi Sukahar (55), warga Kecamatan Gunungwungkal, Pati, Jawa Tengah ini.

Dia memanfaatkan lahan perhutani milik KPH Parengan di Desa Mulyoagung, Singgahan, Kabupaten Tuban untuk budidaya madu.

Di lokasi lahan seluas sekitar 50 meter, setidaknya terdapat 200 box tempat untuk budidaya madu. Tak terhitung berapa ratus ribu lebah yang ada di dalam kotak tersebut.

"Ini musiman, jadi baru sekitar satu bulanan di sini budidaya madu," kata Sukahar kepada Surya saat ditemui di lokasi, Rabu (21/3/2018).

Sukahar menjelaskan per musim panen madu waktunya sekitar dua bulan. Namun, untuk panen cukup membutuhkan waktu satu minggu jika cuaca cukup bagus.

Dengan jumlah dua ratus box, maka sekali panen bisa menghasilkan 150 botol madu, dengan ukuran botol satu liter.

"Cuaca bagus itu dalam seminggu hujan sekali, sisanya terang, maka satu pekan bisa panen," sambungnya.

Kendati demikian, hasil yang didapat tidak sebanding dengan kerumitan mengurus ratusan ribu lebah. Sebab, dari satu botol madu, hanya dihargai 75 ribu.

Itu dijualnya kepada pengepul, lebih dari itu warga Pati tersebut tidak mengetahui harga jualnya di pasaran.

"Kalau saya hanya menjual ke pengepul, tak mau ribet memasarkan," ungkapnya.

Sebelum memastikan lahan yang akan dibuat budidaya, terlebih dulu Sukahar melihat potensi banyaknya lebah madu. Sebab, menurutnya madu hanya bisa bertahan dengan usia sekitar 40 hari.

"Lihat dulu kembang di daerah sekitar, jika bagus berarti banyak lebah madunya," pungkasnya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help