Seminggu Ciduk 22 Tersangka Narkoba, Polresta Sidoarjo Ungkap Tiga Jaringan Sindikat

Kapolresta Sidoarjo mengatakan dari 22 tersangka yang digelandang polisi sejak tanggal 14 hingga 20 Maret, dikelompokan ke dalam beberapa jaringan.

Seminggu Ciduk 22 Tersangka Narkoba, Polresta Sidoarjo Ungkap Tiga Jaringan Sindikat
surya/m taufik
Para tersangka kasus narkoba saat digelandang di Polresta Sidoarjo, Rabu (21/3/2018). 

 SURYA.co.id | SIDOARJO - Polresta Sidoarjo panen tangkapan. Dalam seminggu, petugas Satreskoba berhasil menangkap 22 tersangka dalam 19 kasus narkoba.

Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Himawan Bayu Aji, mengatakan dari 22 tersangka yang digelandang polisi sejak tanggal 14 hingga 20 Maret, dikelompokan ke dalam beberapa jaringan.

"Dari 19 kasus itu, ada beberapa saling berkaitan atau berada dalam satu jaringan. Evaluasi yang dilakukan, diketahui mereka ini terkelompokkan jaringan Krian, Jabon dan jaringan Candi," kata Himawan saat menggelar rilis kasus perkara di halaman Polresta Sidoarjo, Rabu (21/3/2018).

Barang bukti yang disita dari sejumlah kasus itu ada 177,96 gram sabu dan 455 gram ganja.

"Barang-barang itu adalah yang didatangkan dari Pamekasan Madura, ada dari Pasuruan, Surabaya, dan Sidoarjo sendiri," sambungnya.

Kasus sabu dengan barang bukti terbanyak adalah 129 gram sabu yang disita dari tersangka Yd, pria 35 tahun yang tinggal di Kota Sidoarjo. Diketahui, tersangka ini mendapat barang dari Pamekasan.

Sementara penangkapan kasus ganja, terbanyak didapat dari tersangka Ys dan Wa, keduanya mengaku mendapat barang dari Pasuruan.

"Memang, dalam sejumlah perkara ini masih ada beberapa DPO--nya. Ada dari Surabaya, Pasuruan dan Pamekasan. Dan petugas masih terus melakukan pengembangan," sebut kapolres.

Selain upaya mengembangkan pengungkapan jaringan narkoba itu, Himawan juga mengaku bahwa pihaknya masih mengidentifikasi kemungkinan lain dalam kasus-kasus ini, termasuk evaluasi kenapa banyak peredaran narkoba di Sidoarjo akhir-akhir ini.

Sementara, disebutnya bahwa potensi Sidoarjo adalah daerah transit. Barang dagang dari luar kota, kemudian menyasar kalangan menengah di Kota Delta.

"Tapi itu masih perkiraan. Makanya kami juga terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait seperti BNN, bandara, Polda Jatim dan polres-polres lain untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang ada," imbuhnya.

Di sisi lain, upaya pencegahan terhadap peredaran narkoba di Sidoarjo juga terus digalakkan. Mulai dari sosialisasi ke sekolah-sekolah, kampus, komunitas dan sebagainya.

Penulis: M Taufik
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help