Berita Malang Raya

Jadi Tersangka KPK, Wakil Ketua DPRD Kota Malang Bantah Terima Uang

Wali Ketua DPRD Kota Malang, HM Zainuddin yang ditetapkan sebagai salah satu tersangka oleh KPK, membantah menerima uang yang dimaksud KPK.

Jadi Tersangka KPK, Wakil Ketua DPRD Kota Malang Bantah Terima Uang
surabaya.tribunnews.com/hayu yudha prabowo
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa koper merah usai melakukan penggeledahan di rumah wakil Ketua DPRD Kota Malang, HM Zainuddin di Jalan Prof Moch Yamin, Kota Malang, Rabu (21/3/2018). KPK menetapkan 19 tersangka baru dalam kasus suap pembahasan APBD-P TA 2015. 

SURYA.co.id | MALANG - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah sejumlah anggota DPRD Kota Malang, Rabu (21/3/2018). Dari informasi yang dihimpun Surya, penyidik lembaga anti rasuah itu menggeledah tiga rumah anggota dewan.

Salah satunya adalah rumah Wakil Ketua DPRD Kota Malang HM Zainuddin di Jl Prof M Yamin IV / 26 Kelurahan Sukoharjo Kecamatan Klojen. Penyidik menggeledah rumah itu selama satu jam mulai pukul 12.00 Wib hingga 13.00 Wib.

Dari pantauan Surya, sekitar enam orang petugas KPK masuk ke rumah itu. Zainuddin mendampingi satu jam penggeledahan itu. Kata Zainuddin ada tiga ruangan yang diperiksa penyidik. Penyidik juga memeriksa laptop anaknya dan ponsel miliknya.

Zainuddin termasuk satu anggota dewan dalam 18 orang daftar tersangka. Ketika ditanya apakah dirinya menerima surat penetapan dirinya sebagai tersangka, Zainuddin mengaku tidak pernah mendapatkannya.

"Hanya tahunya dari media. Tidak pernah mendapat surat, atau membaca surat itu sendiri," ujar Zainuddin setelah penyidik KPK meninggalkan rumahnya.

Ketika ditanya apakah dia menerima pemberian uang dari mantan Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono, Zainuddin menegaskan dirinya tidak pernah menerima uang itu.

"Tidak pernah ada itu, tidak ada. Saya ndak ada. Ketika itu saya tidak terlalu fokus pada rapat-rapat karena saya konsentrasi di haji. Tahun itu (2015) saya memang datang ke Pak Arief (mantan ketua dewan M Arief Wicaksono). Saya silaturahmi karena mau hari raya, sekaligus izin saya konsentrasi mengurusi haji," ujar Zainuddin.

Beberapa kali ia menegaskan kalau dirinya tidak pernah menerima uang suap seperti yang disebutkan oleh KPK. Uang suap sebesar Rp 600 juta oleh Arief yang didapatkan dari Jarot Edy Sulistyono (mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum) didistribusikan ke 18 anggota DPRD Kota Malang. Salah satunya Zainuddin hingga akhirnya KPK menetapkannya sebagai tersangka.

Terkait status hukumnya sebagai tersangka, Zainuddin mengaku menghormatinya.

"Saya akan menghormatinya, akan menjalaninya. Tidak mungkin akan saya lawan, malah kayak wong gendeng saja," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help