Malang Raya

Warga Penasaran KPK Obok-obok Rumah Cawali Malang, Ada Apa Ya?

Penggeledahan itu dilakukan setelah KPK menggeledah rumah calon yang lain, yakni M Anton, Wali Kota Malang non aktif.

Warga Penasaran KPK Obok-obok Rumah Cawali Malang, Ada Apa Ya?
SURYAOnline/Benni Indo
Fajar Sapudjaid saat melihat tim KPK menggeledah rumah Calon Wali Kota Malang, Ya'qud Ananda Gudban, di Jalan Besar Ijen, Selasa (20/3/2018) sekitar pukul 15.30 wib. 

SURYA.co.id | KLOJEN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah calon Wali Kota Malang, Ya'qud Ananda Gudban, di Jalan Besar Ijen, Kota Malang, Selasa (20/3/2018) sekitar pukul 15.30 wib.

Penggeledahan itu dilakukan setelah KPK menggeledah rumah calon yang lain, yakni M Anton, Wali Kota Malang non aktif.

Penggeledahan masih berlangsung hingga pukul 16.30 wib. Penggeledahan rumah Nanda itu mengundang perhatian warga yang lewat.

Beberapa warga terlihat berhenti karena penasaran. Mereka menyaksikan dari luar proses penggeledahan rumah.

Seorang warga yang berhenti dan tertarik itu adalah Fajar Sapudjaid. Fajar yang saat itu dalam perjalanan pulang dan berhenti di depan rumah Nanda yang bernomor 73.

Baca: Drama Tersangka Baru Korupsi di Kota Malang

Baca: 15 Anggota DPRD Kota Malang Diperiksa KPK, Jumlah Tersangka Masih Simpang Siur

"Saya penasaran, kok ramai. Awalnya saya tidak tahu, tapi sekarang tahu yaitu ada penggeledahan," kata Fajar.

Akibat penggeledahan itu, Fajar mengaku prihatin. Namun jika penggeledahan itu dilakukan demi penegakkan hukum dan keadilan, ia sangat mendukung.

Ia juga mengatakan kalau awalnya sudah memiliki pilihan calon yang akan dicoblos. Namun setelah menyaksikan sendiri penggeledahan, ia mengaku berubah pikiran.

"Saya sudah ada pilihan cuma rahasia. Tapi sekarang berubah. Saya nggak punya pilihan, blank," paparnya.

Fajar segera melanjutkan perjalanan pulang setelah menyaksikan penggeledahan.

Penulis: Benni Indo
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help