Berita Surabaya

Pelaku Mengaku Hasil Bobol Kartu Kredit untuk Beli Barang lalu Dijual Kembali via Grup Kolam Tuyul

Para pelaku kejahatan spamming dan carding yang membobol kartu kredit milik orang lain mengakui, aksinya ini dilakukan bermotif ekonomi.

Pelaku Mengaku Hasil Bobol Kartu Kredit untuk Beli Barang lalu Dijual Kembali via Grup Kolam Tuyul
surabaya.tribunnews.com/fatkhul alami
Polisi menunjukkan para tersangka dan berbagai barang bukti dalam kejahatan pembobolan kartu kredit yang dilakukan pemuda dari Malang. Sejak awal beroperasi, mereka sudah meraup Rp 500 juta. 

SURYA.co.id | SURABAYA -   Para pelaku kejahatan spamming dan carding yang membobol kartu kredit milik orang lain mengakui, aksinya ini dilakukan bermotif ekonomi.

Setelah membobol data kartu kredit korban, pelaku selanjutnya membelanjakan barang-barang secara online melaui situs jual beli ebady.com.

Salah satu pelaku, IIR menuturkan, dirinya sudah beraksi sejak tuju bulan lalu dengan membobol data kartu kredit milik seseorang. Dia mengaku melakukan aksinya kali pertama pada Agustus 2016 silam.

“Saya melakukan tujuh bulan lalu dengan mencuri data elektronik kartu kredit orang,” aku IRR saat berada di Mapolda Jatim, Selasa (20/3/2018).

Setelah membobol data kartu kredit secara ilegal, selanjutnya IRR membeli barang seperi laptop, jam tangan, sepatu dan Iphone secara online. Kemudian barang yang dibelinya tersebut dijual kembali melalui media sosial grup facebook “Kolam Tuyul”.

“Saya jual dikomunutas para hacker di facebook,” terang IRR.

Sedangkan pelaku lainnya, ZU menuturkan, dirinya terlibat dalam kejahatan ini lantaran demi mendapat keuntungan ekonomi.

“Barang-barang dijual kembali dan hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari,” aku ZU.

Guna mempertangungjawabkan perbuatnaya, pelaku dijerat Pasal 30 ayat (2) dan atau Pasal 32 ayat (1) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 1 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 46 (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 1 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun dan denda paling banyak Rp700 juta

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved