Persona

Isma Savitri, Kerja Serasa Hobi yang Dibayar

Bekerja di The Japan Foundation, Jakarta, menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Isma Savitri (29) yang memang kepincut dengan budaya populer Jepang.

Isma Savitri, Kerja Serasa Hobi yang Dibayar
surabaya.tribunnews.com/delya oktovie
Isma Savitri 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bekerja di The Japan Foundation, Jakarta, menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Isma Savitri (29) yang memang kepincut dengan budaya populer Jepang.  

Perempuan asli Surabaya ini menggemari budaya populer Jepang sejak ia masih duduk di bangku SMP.

Kecintaannya tersebut membawa Vivi, panggilan akrabnya, menjatuhkan pilihan jurusan kuliahnya pada sastra Jepang di Universitas Padjajaran, Bandung.

"Saya ini empat tahun di Japan Foundation. Seneng, rasanya kerja nggak kayak kerja, kayak hobi tapi dibayar," katanya sambil tertawa ketika ditemui di press conference Tohoku: Through The Eyes of Japanese Photographer, Senin (19/3/2018).

Ia bekerja di bagian budaya sebagai assistant program officer, yang membuatnya berkutat di bidang pameran serta event budaya lainnya.

Pekerjaan ini cocok bagi Vivi karena selain tertarik dengan budaya Jepang, ia sempat menjadi seorang jurnalis dan event organizer.

Apalagi, ia sempat pergi ke Jepang di tahun 2014 sebagai kegiatan dinasnya.

"Tahun itu pertama kalinya Indonesia ikut Asia Pacific Network of Science and Technology Centres (ASPAC). Yang menang dari Indonesia dua orang, dikirim ke Jepang. Ternyata perlu satu staf ikut ke Jepang juga, akhirnya saya yang diberangkatin. Dinas tapi nggak rasa dinas karena lihat-lihat pameran, dateng ke perusahaan yang terkait desain, masuk-masuk pabriknya, itu once in a lifetime (sekali seumur hidup)," kenangnya sambil tersenyum. 

Penulis: Delya Octovie
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help