Malang Raya

Drama Tersangka Baru Korupsi di Kota Malang

Hari ini, Senin (19/3/2018), KPK memeriksa 15 anggota DPRD Kota Malang di Aula Rupatama Polres Malang Kota

Drama Tersangka Baru Korupsi di Kota Malang
SURYAOnline/Hayu Yudha Prabowo
Penyidik KPK saat menggeledah Balai Kota Malang, Kamis (10/8/2017). 

SURYA.co.id | KLOJEN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 15 anggota DPRD Kota Malang di Aula Rupatama Polres Malang Kota, Senin (19/3/2018). 15 anggota yang diperiksa adalah Indra Tjayono (Partai Demokrat), Priyatmoko Oetomo (PDIP), Choeroel Anwar (Partai Golkar), Bambang Triyoso (PKS), Diana Yanti (PDIP), Subur Triono (PAN), Harun Prasojo (PAN), dan Tutuk Hariyani (PDIP).

Disusul kemudian Hadi Susanto (PDIP), Teguh Mulyono (PDIP), Soni Yudiarto (Partai Demokrat), Ribut Harianto (Partai Golkar), Erni Farida (PDIP), Arief Hermanto (PDIP) dan Mulyanto (PKB).

Sementara itu, juru bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan pendek kepada wartawan mengatakan masih belum ada informasi adanya ketetapan tersangka baru. Namun Febri mengatakan ada pemeriksaan di Kota Malang untuk pengembangan kasus sebelumnya, yakni terkait ditetapkannya M Arief Wicksono dn Jarot Edy S sebagai tersangka kasus RAPBD P Tahun 2015 dan proyek jembatan Kedungkandang.

"Belum ada informasi tersebut (status tersangka). Di Malang memang ada kegiatan KPK untuk pengembangan perkara sebelumnya," ujar Febri, Senin (19/3/2018).

Namun Harus Prasojo mengaku dimintai keterangan untuk tersangka baru. Berdasarkan surat panggilan yang ia terima pada Minggi (18/3/2018), disebutkan pula dalam surat ada enam orang tersangka baru.

Keenam orang tersebut disebutkan oleh Harun, antara lain Suprapto (Ketua Fraksi PDIP), Salamet (Fraksi Gerindra), Mohan Katelu (Fraksi PAN) dan Sahrawi (Fraksi PKB). Selain itu juga menyebut wakil ketua dewan, HM. Zainuddin (PKB) dan Wiwik Hendri Astuti (Partai Demokrat).

"Bunyi surat menyebutkan enam orang tersangka. Saya, Harun Prasodjo dipanggil untuk didengar keterangannya sebagai saksi tersangka enam orang yang saya tadi itu," ujar Harun saat selesai dimintai keterangan.

Dilanjutkan Harun, penetapan tersangka itu terkait kasus RAPBD P karena anggota dewan disangka menerima dari pihak Pemkot Malang. Harun juga ditanya apakah ia mendapat uang dari enam orang itu atau tidak.

"Soal bagi-bagi uang juga ditanya, tapi saya tidak tahu," imbuh Harun.

Pemeriksaan itu adalah pemeriksaan yang ketiga kalinya bagi Harun. Sebelumnya Harun pernah diperiksa oleh KPK di tempat yang sama dan di Polres Batu.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved