Surya/

PERSONA

Persona - drh Prestalia Dwi Rachmawati, Jalan Berliku untuk Turangga

Saat ini, Eta sudah menyandang predikat sebagai dokter hewan spesialis kuda, namun masih mengincar gelar International Official Veteriner (IOV).

Persona - drh Prestalia Dwi Rachmawati, Jalan Berliku untuk Turangga
surya/irwan syairwan
drh Prestalia Dwi Rahmawati 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Mewujudkan cita-cita bukan perkara mudah. Halangan dari luar maupun dari dalam diri sendiri menjadikan jalan untuk menggapai impian pun terasa berat.

Bagi drh Prestalia Dwi Rachmawati, apapun akan dilakukan untuk mengejar cita-cita. Demi mengejar cita-cita sebagai dokter hewan spesialis kuda, apapun dilakukan dokter Eta, sapaannya.

Saat ini, Eta memang sudah menyandang predikat sebagai dokter hewan spesialis kuda di Universitas Airlangga (Unair) 2016 silam. Namun, itu belum menjadi akhir impiannya, karena perempuan 24 tahun ini masih tengah mengincar gelar International Official Veteriner (IOV) yang merupakan pengakuan tertinggi dunia untuk profesi dokter hewan.

"Ini masih proses menuju IOV. Syarat utama harus sudah praktek minimal lima tahun, sementara saya baru menjalani tahun ketiga," kata Eta kepada Surya beberapa waktu lalu.

Di Indonesia, khususnya Jatim, dokter hewan yang memiliki IOV belum begitu banyak seperti negara-negara maju. Apalagi yang mengkhususkan diri untuk dokter kuda seperti Eta.

Jalan untuk mendapatkan IOV, lanjut Eta, sama beratnya ketika ia memutuskan berkecimpung mendalami ilmu kuda di almamaternya. Eta mengungkapkan, ketika ia kuliah literatur mengenai ilmu kuda terbilang minim.

"Waktu saya kuliah, dosen yang mendalami ilmu kuda baru saja meninggal. Jadi saya mencari tahu sendiri ilmu tersebut," sambungnya.

Eta keliling merantau menimba ilmu merawat kuda. Awalnya, bungsu dari dua bersaudara ini magang di Artayasa Stable (istal) milik suaminya selebritas Nabila Syakieb. Di istal tersebut terbilang lengkap karena memiliki tim dokter hewan sendiri.

"Enam bulan magang di sana, kemudian melalang buana ke berbagai istal di Jawa Barat," ujarnya.

Akhirnya, Eta menemukan pembimbing yang pas di sebuah istal di Bandung. Hasilnya merantau tersebut berbuah saat ini.

Halaman
123
Penulis: Irwan Syairwan
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help