Surya/

PERSONA

Persona - drh Prestalia Dwi Rachmawati, Dokter Sekaligus Atlet

Eta memilih menjadi dokter hewan spesialis kuda karena mengganggap kuda itu hewan yang memesona. Eta sendiri mengaku menyukai tantangan.

Persona - drh Prestalia Dwi Rachmawati, Dokter Sekaligus Atlet
surya/irwan syairwan
drh Prestalia Dwi Rachmawati 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Ibarat sambil menyelam minum air, itu juga yang dilakukan drh Prestalia Dwi Rahmawati (24). Sebagai dokter hewan spesialis kuda, Eta (sapaannya) juga jadi atlet amatir kuda tunggangan.

Beberapa event lokal Jatim pernah diikutinya, walau tak pernah juara pertama.

"Buat hobi saja, sebab menunggang kuda itu sangat mengasyikan," kata Eta, beberapa waktu lalu.

Hanya saja, Eta tak menyeriusi kegiatan itu. Baginya, menjadi atlet kuda hanya untuk hobi sekaligus kecintaannya kepada kuda.

Eta memilih menjadi dokter hewan spesialis kuda karena mengganggap kuda itu hewan yang memesona. Eta sendiri mengaku menyukai tantangan.

Ketika kuliah, tidak ada rekan-rekannya yang memilih kuda sebagai objek spesialisasi. Menurutnya, menjadi dokter kuda itu benar-benar harus menggunakan bidang keilmuannya.

Dijelaskan, untuk hewan-hewan kecil, seperti kucing atau anjing, si pemilik terkadang merelakan peliharaannya itu mati ketika mengetahui biaya perawatannya mahal.

Lain halnya dengan pemilik kuda, apapun akan dilakukan si pemilik agar sang kuda sembuh dan dapat berlari lagi.

Baca: Persona - drh Prestalia Dwi Rachmawati, Jalan Berliku untuk Turangga

"Kalau si pemilik menyerah (membiarkan hewannya mati), ilmu saya seperti tidak berguna, padahal saya bisa menyembuhkan sakitnya itu. Kalau di kuda, semuanya tidak dibatasi, saya bisa mengeksplorasi keilmuan saya," ucapnya.

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help