citizen reporter

Diyakini Rezeki Berlimpah setelah Acara Ini

Tidak masalah keluar biaya besar untuk menghias sampan. Para juragan sampan tampil all out selama Petik Laut setahun sekali.

Diyakini Rezeki Berlimpah setelah Acara Ini
ist

Para juragan sampan di pesisir Desa Romben Guna, di Dungkek, Sumenep, lazim menggelar petik laut sebagai bentuk tasyakuran. Itu juga sekaligus hiburan bagi warga.

Tahun ini, para juragan sampan membagi kegiatan menjadi tiga edisi. Itu dimulai dari Pangkalan Akkor, Taman, dan Babbakol, pada 4-11 Maret 2018.

Menariknya, perayaan petik laut yang sudah berlangsung selama 20 tahun, dihajat dengan menghadirkan aneka pertunjukan hiburan. Umumnya, pada hari pertama perayaan petik laut dimulai dengan doa bersama. Hari kedua diisi hiburan tayub dan hari ketiga berupa pawai perahu hias. Biasanya itu ditutup dengan seni pementasan ludruk.

Para pengunjung dimanjakan dengan suasana pantai di malam hari sambil melihat gemerlap lampu hias di badan sampan. Besoknya, warga bisa ikut menikmati pawai perahu hias berkeliling laut desa-desa sekitar.

Menurut Asmu'i (62), salah satu pemilik sampan Artawan, para juragan rela mengeluarkan dana cukup besar untuk memoles dan menghias sampan milik mereka demi mengikuti pawai sampan hias. Mereka bersampan serta menabur sesajen di laut totale.

"Ada nilai kebanggaan bila sampan dirawat serta dihias sedemikian rupa dan dipamerkan ke masyarakat. Juga, ada nilai kebanggaan saat sampan ikut pawai sekaligus membawa pondhu (anak buah) dan keluarganya menikmati desir angin dan menerjang ombak, untuk menikmati tradisi turun temurun ini," ujarnya.

Ia menambahkan, berapa pun dana yang dikeluarkan. Sejatinya, tak lama setelah momen petik laut selesai, rezeki hasil melaut akan berlimpah untuk mengganti biaya itu," ujarnya.

Asmu'i tak merisaukan soal biaya besar. Sebagai juragan sampan, berpartisipasi dalam perayaan petik laut merupakan bentuk rasa bersyukur atas kepemilikan sampan serta semangat merayakan kebersamaan.

Tak jarang, setiap momen petik laut ini, warga Dungkek, bahkan kecamatan di sekitar, ikut berduyun-duyun hadir menonton kegiatan ini sekaligus numpang berswafoto di antara hiasan sampan-sampan.

Mereka pun berkesempatan menikmati seni tradisional lokal Madura, yaitu tayub dan ludruk.

Sementara itu, Sahlam, Ketua Forum Pemuda Romben Guna, menilai bila hajatan petik laut seharusnya digelar di satu titik pangkalan, sehingga upaya menyajikan tontonan lebih meriah dan berkelanjutan bisa mendorong potensi kebersamaan dari tahun ke tahun.

"Saya berharap, juragan Sampan di Pesisir Desa Romben Guna, bisa bersinergi untuk lebih bersatu di satu titik pangkalan. Setidaknya, bisa mengurangi beban pengeluaran dari masing-masing juragan," imbuhnya.

Anda tertarik untuk menikmati pawai sampan hias? Yuk datang ke desa kami!

Fendi Chovi
Pegiat Literasi di Dungkek

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help