Berita Surabaya

Ibu Hamil Dengan Obesitas Tidak Boleh Menurunkan Berat Badan

Gizi seimbang menjadi perhatian bagi ibu hamil dan menyusui. Khususnya ibu hamil yang berbagi...

Ibu Hamil Dengan Obesitas Tidak Boleh Menurunkan Berat Badan
SURYAOnline/Sulvi Sofiana
Dokter spesialis gizi klinik RS Mitra Keluarga Satelit Surabaya, dr Noviani SpGK 

SURYA.co.id | SURABAYA – Gizi seimbang menjadi perhatian bagi ibu hamil dan menyusui. Khususnya ibu hamil yang berbagi asupan gizi dengan janinnya. Setiap bulan, ibu hamil harus memiliki penambahan berat badan disesuaikan dengan berat badat diawal kehamilan.

Untu ibu-ibu dengan berat badan di atas normal, mereka harus memperhatikan pola makannya agar tidak obesitas.

Dokter spesialis gizi klinik RS Mitra Keluarga Satelit Surabaya, dr Noviani SpGK menjelaskan, ibu dengan berat badan di atas normal ataupun obesitas tidak boleh mengurangi berat badan selama hamil.

“Bukan dikurangi, tetapi berat badannya harus dikontrol. Tidak ada satu makanan ajaib yang bisa mewakili , semakin bervariasi makanan. Semakin lengkap asupan gizinya,” ujarnya usai seminar kampanye Bunda PAS (Peduli Asupan Sehat) di Dyandra Convention Hall, Sabtu (17/3/2018).

Dalam kampanye bunda PAS yang diadakan PT KAlbe Blackmores Nutrition ini, ia menambahkan, konsumsi ibu dengan berat badan lebih bisa dibatasi pada karbohidrat, dan cara konsumsi makanan. Seperti nasi bisa diganti dengan sumber karbohidrat lain seperti sayur yang kaya akan serat.

“Makan buah juga begitu, jangan di jus, selain nilai gizinya yang berubah. Rasa kenyang itu juga tidak tercipta dibandingkan dnegan makan buah segar dikupas langsung makan,” urainya.

Selain itu, makanan dengan kalori tinggi yang tidak mengenyangkan juga harus dihindari. Seperti camiln yang kalorinya tinggi tetapi tidak mengenyangkan meski dikonsumsi dalam jumlha banyak.

“Kalau mau tidak melonjak berat badannya, bisa makan sayur dulu agar nutrisi dapat dn kenyang. Baru lauk dan nasi, dan lauk tidak boleh dikurangi,” jelasnya.

Untuk ibu paska melahirkan juga tidak dianjukan diet, namun bisa mengatur pola makannya. Setelah melahirkan masih terhitung dalam 1.000 hari pertama kehidupan anak.

“Itu masa emas anak yang tidak akan kembali, jadi jangan sampai gara-gra diet anak jadi tidak mendapat gizi dari ASInya. Bukan perkara ASInya banyak atau tidak,” urainya.

Untuk olah raga juga harus dibatasi oleh ibu menyusui. Karena olah raga dan rasa njarem yang ditimbulkan menandakan adanya asam laktat pada ibu.

“Asam laktat ini mempengaruhi rasa asi. Bisa membuat anak nggak suka ASI. Jadi bisa dibuat menyusui dulu baru olahraga, olahrag juga yang ringan saja maksimal satu minggu hanya turun 0,5 kilogram,” pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved