Road to Election

Di Lamongan, Masih Ada 32.248 Pemilih yang Belum Punya E-KTP dan Suket

Di antaranya karena meninggal ataupun ganda. Tapi yang ganda sudah pasti sekarang sudah dicoret karena sudah melalui coklit.

Di Lamongan, Masih Ada 32.248 Pemilih yang Belum Punya E-KTP dan Suket
istimewa
ilustrasi pilkada 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Jumlah daftar pemilih sementara (DPS) di Lamongan untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim mengalami penurunan dibandingkan dengan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim sebelumnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lamongan menetapkan jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2018 sebanyak 1.048.497 pemilih.

"Ada penurunan DPS dibandingkan Pilgub kemarin dengan jumlah pemilih sebanyak 1.081.751," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Lamongan Imam Ghozali, Sabtu (17/3/2018).

Kepastian data yang diungkapkan Ghozali itu setelah pihaknya melaksanaan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran dan Penetapan DPS Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim tahun 2018, di Kantor KPU Lamongan, Kamis (15/03/2018).

Penurunan jumlah tersebut dikarenakan beberapa penyebab.

Di antaranya karena meninggal ataupun ganda. Tapi yang ganda sudah pasti sekarang sudah dicoret karena sudah melalui coklit.

Menurut Ghozali, selain sudah dilakukan penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS), pada rapat pleno Kamis kemarin itu juga ditetapkan mengenai pemilih potensi non KTP elektronik, yaitu warga yang berpotensi menjadi pemilih namun belum memiliki KTP elektronik maupun Surat Keterangan dari Disdukcapil.

Untuk temuan yang belum memiliki e-KTP maupun Suket ada dua kemungkinan bisa dipastikan dan belum dipastikan. Dan itu jumlahnya sebanyak 32.248.

"Kita masih melakukan penelusuran bersama dinas terkait apakah benar-benar mereka itu sudah punya atau tidak punya," ungkapnya.

Sementara itu, anggota Panwaslu Lamongan, Miftahul Badar berharap agar KPU Lamongan memberikan daftar pemilih potensi non KTP Elektronik kepada Disdukcapil untuk dilakukan kroscek.

Yang belum memiliki e-KTP maupun Suket itu nanti nama-namanya harus diserahkan oleh KPU ke Disdukcapil.

"Nanti Disdukcapil mengkroscek dengan database kependudukan apakah yang bersangkutan sudah masuk atau tidak," katanya.

Kalau sudah masuk nanti ada keterangan dari Disdukcapil ketika sudah ada keterangan maka yang bersangkutan nanti akan masuk ke DPT.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help