Citizen Reporter

Modal Rp 100 Ribu, Sukses Jual Jus di Kampus

Usaha yang dijalankan mahasiswa ini sederhana: jus buah. Dipasarkan di kampus dengan mahasiswa sebagai pembeli, ia dapat menjual hingga 40 botol

Modal Rp 100 Ribu, Sukses Jual Jus di Kampus
pixabay.com

Mahasiswa pada umumnya identik dengan hiruk pikuk dunia perkuliahan. Di dalam lingkup dunia perkuliahan kebanyakan dari mereka berfokus pada pengantar mata kuliah serta tugas yang diberikan dosen pengajar.

Itu berbeda dengan mahasiswa semester 4 Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Adistia Anna Prasiwi (21). Dia mengisi waktunya dengan berbisnis jus buah di sela-sela padatnya jadwal kuliah.

Adis mengaku menjalankan bisnis ini awalnya mengikuti Komunitas Mengejar Hidayah Sidoarjo yang berisi kajian yang di dalamnya menyuguhkan bazar minuman jus buah. Hal itu menggerakkan hatinya untuk menggali potensi berjualan serta itikad meringankan perekonomian orang tua.

“Awalnya ingin berjualan serta menutupi kebutuhan sehari-hari. Uang jajan yang semula meminta orang tua, sekarang dapat dicukupi dari berbisnis jus buah ini,” ujar mahasiswa yang sekaligus merangkap sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Akuntansi Periode 2017/2018 itu, Rabu (14/3/2018).

Adis menjual jus buah ini di kampus. Ia menawarkan empat rasa yaitu sirsak, naga, alpukat, dan jambu merah.

Seperti jus pada umumnya, pembuatan jus buah ini diawali pembelian buah, pengupasan kulit buah, pencucian, diblender dengan tambahan gula dan air. Selanjutnya, jus dikemas dalam botol dan siap dipasarkan ke konsumen. Harga yang dibanderol pun terjangkau, cukup Rp 10 ribu per botol.

Dalam menjalankan bisinis, mahasiswa kelahiran Timor Leste itu juga menggandeng temannya, Titania Anggraini (19) untuk berkiprah memulai bisnis bersama. Pembagian tugasnya yaitu Adis bertanggung jawab atas produksi dan Titania bagian pemasaran.

Modal awal menjalankan bisnis ini sekitar Rp 100 ribu untuk 15 botol. Seiring dengan permintaan konsumen yang semakin banyak akhirnya bisnis ini pun kebanjiran pesanan 30-40 botol per hari sehingga mampu meraup keuntungan ratusan ribu rupiah.

Seperti bisnis pada umumnyayang tidak lepas dengan berbagai kendala, bisnis ini pun memiliki kendala. Keduanya harus membagi waktu antara belajar dengan berbisnis.

Kendala lain adalah ketika persediaan buah di penjual sudah habis. Namun, hal itu tidak menyulutkan semangat berbisnis keduanya karena impian mereka sangatlah besar, yaitu membuat kedai jus buah dilengkapi makanan.

Dengan adanya bisnis ini konsumen mengaku sangat terbantu. Selain sehat, mereka juga tidak repot karena minuman diantar langsung.

“Harga jus buah ini sangat terjangkau untuk mahasiswa. Selain itu tidak perlu jauh-jauh ke kantin dan bisnis ini sangat membantu sekali,” ungkap Maliga salah satu konsumennya.

Famillya Yuni Pajarwati
Mahasiswa Akuntansi
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help