Citizen Reporter

Ini Cara Menikmati Buku dengan Berlari

Membaca buku sering membosankan. Jika diikuti dengan bergerak, ternyata anak-anak menyukai cara itu. Bergerak, mencari buku, dan membacanya.

Ini Cara Menikmati Buku dengan Berlari
pixabay.com

Kegiatan gabungan antar-Taman Baca Masyarakat (TBM) Kota Surabaya kembali bergulir. Salah satunya di TBM RW 9 Mojo, Kecamatan Gubeng.

Kegiatan bertema Saturday Colorful itu berlangsung Sabtu (10/3/2018). Ada dua lomba yang digelar, yaitu lomba baca puisi dan bendera literasi. Lomba itu merupakan inovasi kegiatan terbaru Tim TBM se-Kecamatan Gubeng.

Bukan tanpa alasan Dewi selaku ketua panitia memilih lomba itu. Dia menuturkan, kegiatan ini dapat menumbuhkembangkan rasa cinta terhadap TBM yang berbuah meningkatnya literasi anak-anak khususnya di Surabaya.

Susunan panitia lomba kali ini terdiri atas lima petugas wilayah Gubeng. Di antaranya, Dewi Nurhandayani (petugas TBM RW 9 Mojo), Dwi Minarta (petugas TBM RW 3 Mojo), Marya Ulfa (petugas TBM RW 12 Mojo), Aprilia Nuna (petugas RW 7 Mojo), dan Fajar Anthoni (petugas RW 7 Airlangga).

Kurang lebih 34 anak usia 7-12 tahun mengikuti lomba. Peserta lomba baca puisi 14 anak dan peserta lomba bendera literasi 20 anak.

Sebelum lomba dimulai, kegiatan dibuka dengan doa bersama. Menyusul ice breaking dan mendengarkan dongeng dari Dewi Nurhandayani. Setelah itu, barulah lomba dimulai.

Dibandingkan dengan lomba baca puisi, lomba bendera literasi memiliki banyak peminat. Lomba itu mengusung adu kecepatan dengan kecermatan membaca petunjuk yang telah disediakan di dalam buku cerita. Peserta harus mencari jawaban yang tepat pada bendera yang ada di meja seberang.

Lomba itu membuat anak-anak bersemangat. Itu seperti yang diungkapkan Chessa Alea Yudha. Menurut siswi kelas 3 SD itu, lomba bendera literasi sangat menyenangkan.

“Kita tidak merasa sebenarnya sedang belajar. Itu karena diminta membaca petunjuk dan mencari jawaban yang tepat,” katanya.

Berbeda dengan Chessa, lomba bendera literasi menurutnya menuntut lebih banyak konsentrasi. Peserta harus benar-benar cermat membaca petunjuk.

“Kami juga harus fokus membaca petunjuk di dalam buku cerita serta diminta mencari jawaban yang tepat,” ungkap Amandea Cindy Aurel Putri, siswi kelas 4 SD itu.

Antusias dan senyum ceria terlukis di wajah anak-anak menunggu hasil lomba. Sambil menunggu hasil penilaian juri, Dewi mengajak peserta melakukan ice breaking kembali.

Tiba saatnya pembagian hadiah, para peserta tampak senang dan sedikit heboh menyambut pemenang lomba. Kegiatan lomba di tutup dengan doa dan berfoto bersama dengan senyuman lebar.

Sapto Wicaksono
Petugas Teknis Perpustakaan

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help