Dukung Jokowi, Prabowo, atau Poros Ketiga? Begini Sikap PPP di Pilpes

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meyakni bahwa Pilpres nanti akan menjadi ajang “rematch” antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Dukung Jokowi, Prabowo, atau Poros Ketiga? Begini Sikap PPP di Pilpes
surya/bobby constantine koloway
Ketua Umum DPP PPP, Romahurmuzy menjadi dosen tamu di FISIP Unair Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meyakni bahwa Pilpres nanti akan menjadi ajang “rematch” antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Munculnya tokoh lain, di luar nama itu yang maju sebagai capres dirasa sangat berat. Di antaranya peluang Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI.

“Saya masih yakin kontestan Pilpres tinggal dua nama, Jokowi dan Prabowo. Untuk calon lain sulit rasanya bersaing,” kata Ketua Umum DPP PPP, Romahurmuzy, Jumat (16/3/2018).

Berbicara usai menjadi dosen tamu di FISIP Unair Surabaya, pria yang akrab disapa Romy ini menyatakan bahwa pada Pilpres nanti juga sulit muncul poros baru atau disebut poros ketiga.

Menurutnya, poros koalisi partai hanya akan dua, partai yang mendukung Jokowi dan partai yang mendukung Prabowo. Melihat kondisi ini, lanjutnya, maka sulit bagi Gatot untuk mendapatkan parpol.

Sehingga, konteks pilpres Tahun 2019 nanti sudah jelas mengerucut tinggal dua poros saja. “Tidak ada opsi lagi untul melahirkan alternatif poros lagi,” katanya.

Dari seluruh parpol, tinggal Partai Demokrat saja yang sampai sekarang belum menentukan sikap, sedangkan Parpol lainnya sudah jelas sikapnya.

“Jadi, kalau saya menghitung petanya tidak akan jauh beda dengan peta pilpres Tahun 2014 lalu, orangnya akan sama,” katanya.

Namun, Romy juga tidak menutup kemungkinan akan adanya dorongan masyarakat yang mendorong Purnawirawan TNI maju dalam pencalonan. Sebab, itu hak konstitusi setiap warga negara untuk dicalonkan.

Apalagi, dalam sejarah TNI juga sudah pernah berkuasa 42 tahun di bawah pemerintahan Soeharto. Serta, Susilo Bambang Yudhoyono yang sampai dua periode.

“Jadi, sangat wajar bila masyarakat yang menginginkan TNI berkuasa kembali lewat pencalonan purnawirawan. Meskipun pada pilpres nanti, hal itu sangat sulit bisa terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, PPP telah menentukan sikap bahwa sejak awal sudah mencalonkan Presiden Jokowi untuk maju kembali.

“Bahkan, sejak awal PPP sudah mendeklarasikan itu, sebelum partai lain, di antaranya Partai Golkar,” ujarnya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help