Berita Ekonomi Bisnis

Harga Bahan Bakar Gas untuk Rumah Tangga bakal Naik

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyiapkan rencana kenaikan tarif pelanggan Rumah Tangga (RT).

Harga Bahan Bakar Gas untuk Rumah Tangga bakal Naik
surya/sugiharto
Sopir Taksi Silver Muhammad Zainuri mengisi bahan bakar gas (BBG) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) milik PT PGN di Jalan Ratna Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyiapkan rencana kenaikan tarif atau harga gas bumi untuk pelanggan Rumah Tangga (RT) yang dioperasikan oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

Pelanggan RT ini berada di wilayah Sidoarjo-Mojokerto, Surabaya-Gresik, Pasuruan-Probolinggo, Semarang dan Blora, dengan dasar penentuan tarif yang berbeda-beda.

Komite BPH Migas Hari Pratoyo, mengatakan bila sejak 11 tahun yang lalu harga gas bumi belum pernah naik.

"Padahal harga pembelian gas saat ini sudah mengalami kenaikan sangat besar, sehingga perlu adanya penyesuaian harga," kata Hari.

Hari menyampaikan hal itu  d isela kegiatan hearing atau menjaring aspirasi dan pendapat dari seluruh pemerintah daerah setempat tentang rencana kenaikan harga gas tersebut, di Surabaya, Kamis (15/3/2018).

Pada tahun 2007, harga pembelian gas dari hulu masih sekitar 3 dolar Amerika Serikat (AS) per mmbtu, sementara saat ini harga sudah berada dilevel 6,3 dolar AS per mmbtu atau bahkan lebih.

Karena itu, rencana kenaikan ini mulai dimatangkan dengan meminta pendapat para stakeholder terkait termasuk delapan Pemerintah Kota/Kabupaten di lima wilayah yang sudah dipetakan.

Sementara itu, saat ini meski harga pembelian gas bumi di hulu rata-rata mencapai sekitar 6,3 dolar AS per mmbtu, tetapi untuk konsumsi Rumah tangga, PBH Migas mematok dengan harga paling rendah, yaitu sekitar 4,72 dolar AS per mmbtu.

"Rencana kenaikan harga gas bumi ke konsumen akan mengalami kenaikan dikisaran harga tersebut," ujar Hari.

Untuk harga gas bumi wilayah Surabaya-Gresik rencananya akan dinaikkan dari Rp 2.500 per meter kubik menjadi Rp 4.246 per meter kubik.

Halaman
123
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help