Pilkada 2018

Emil Dardak Ajak Anak Muda Berpolitik  Cerdas dalam Memilih

Calon wakil gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak berkomitmen segera menggarap anak muda untuk bisa memberikan pilihan untuk dirinya.

Emil Dardak Ajak Anak Muda Berpolitik  Cerdas dalam Memilih
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahroh
Para pengunjung Car Free Day hl Raya Darmo Surabaya berfoto bersama Emil Elestianto Dardak dan IStri, Arumi Bachsin, Minggu (4/3/2018) 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Calon wakil gubernur Jatim nomor urut 1, Emil Elestianto Dardak berkomitmen segera menggarap anak muda untuk bisa memberikan pilihan untuk dirinya dan cagub Khofifah.

Dirinya menyebut bahwa pemilih millenial di Jawa Timur masih 43 persen. Mereka harus membangun optimisme agar bisa memiliki harapan ke depan lebih baik.

"Generasi yang bisa membangun itu adalah generasi yang bisa menjadi endhoser yang punya keserupaan habit yang usianya," kata Emil, Rabu (14/3/2018).

Pihaknya berkomitmen untuk bisa menggaet anak muda untuk bisa lebih optimis untuk memilih nomor urut 1.

Menurutnya anak muda saat ini adalah pemilih yang cerdas. Yang dibutuhkan bukan gerakan banyak bicara. Melainkan yang bisa menunjukkan aksi nyata. Yang responsif dan yang mau bergerak memberikan langkah konkret.

Emil juga mengajak para pemuda dalam tahun politik ini, agar menjalankan politik cerdas, supaya semua masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya tanpa tekanan dan bisa menimbang yang baik dan buruk.

"Generasi milenial itu generasi yang kritis dan cerdas, dan tidak mudah termakan isu, mudah-mudahan Jawa Timur kedepannya bisa semakin maju dan sejahtera," tukas Emil.

Pihaknya ingin memberikan pengaruh yang hebat untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Menurutnya anak muda harus kreatif dan siap menghadapi tantangan.

"Untuk itu, perlu adanya pengembangan diri dan kemandirian bagi para pemuda, untuk bisa menyongsong masa depan lebih baik."

Hal itu diungkapkan Emil Elestianto Dardak selaku calon wakil gubernur Jawa Timur nomor urut satu.

Menurut Emil, perjuangan bangsa Indonesia saat ini sangat berbeda dengan perjuangan jaman dahulu.

Jika dulu berperang nyata menggunakan senjata, tetapi sekarang berperang bisa menggunakan teknologi dan kreativitas yang ada.

"Ini juga bentuk perjuangan maka dari itu para pemuda harus handal," ungkap mantan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di Jepang tersebut.

Hal senada juga disampaikan oleh Arumi Bachsin. Pihaknya mengatakan bahwa perjuangan memenangkan Khofifah-Emil bukan hanya tugas Khofifah saja. Melainkan persjuangan seluruh masyarakat Jawa Timur.

"Satu orang memiliki hak. Kalau anak muda yang bodoh amat sama politik itu sudah nggak jamannya. Begitu juga anak muda yang berpolitik mengikuti emak bapak. Boleh aja ikut orang tua kalau memang kritis. Tapi anak muda jaman sekarang gak boleh seperti itu, karena masa depan kita yang menentukan sendiri," pungkasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved