Lapor Cak

Daftar TKI kini Bebas Calo, Bisa lewat Online  

Kabar gembira bagi calon TKI atau warga yang hendak bekerja di luar negeri. Kini mereka tak lagi melalui calo atau cukong TKI.

Daftar TKI kini Bebas Calo, Bisa lewat Online  
surya/nuraini faiq
Calon TKI saat mendapat layanan di UPT Penempatan dan Perlindungan TKI (P2TKI) Disnaker Jatim, Kamis (15/3/2018). 

SURYA.co.id |  SURABAYA - Kabar gembira bagi calon TKI atau warga yang hendak bekerja di luar negeri. Kini mereka tak lagi melalui calo atau cukong TKI untuk bisa mendaftar sebagai calon TKI. Cukup mendaftar melalui online.

Selain lebih aman dan terjamin, mereka tak akan diganggu calo. Selama ini diakui bahwa calo TKI itu banyak berkembang di hampir semua kampung. 

"Kami akan pangkas dan lenyapkan calo TKI itu dengan layanan yang praktis. Kami sudah siapkan aplikasi khusus pemdaftaran TKI melalui web," kata Kepala Disnaker Jatim Setiajit, Kamis (15/3/2018).

Selain lebih terjamin sebagai pekerja migran legal dan resmi, mereka para calon TKI tak akan dibayang-bayangi pembayaran yang mahal. Selama ini untuk pergi sebagai TKI harus membayar minimal Rp 20 juta. 

Meski sistem pembayaran itu diambilkan dari potongan gaji selama TKI bekerja di luar negeri. Belum lagi mereka akan terus didekati calo untuk meminta fee lain. 

Para calo inilah yang selama ini merekrut dan mengerahkan mereka ke salah satu PJTKI yang bekerja sama dengan calo tersebut. Akan berlaku fee dan pembayaran yang relatif lebih mahal. 

"Kami memberikan nama layanan pendaftaran secara online dengan nama Simpadu PMI, yakni sarana informasi layanan terpadu pekerja migran," kata Setiajit.

Kepala UPT Penempatan dan Perlindungan TKI (P2TKI) Jatim Budi Raharjo menambahkan bahwa pendaftaran itu bisa dilakukan melalui aplikasi. Namun layanan online itu masih berbasis web. 

"Langsung mengklik alamat web kami di www.infokerja.jatim.com. Nanti akan dipandu dengan mudah untuk mendaftar," kata Budi. 

Selain bidang tugas dan pekerjaan yang akan digeluti di luar negeri, rincian dana yang dibutuhkan transparan disampaikan. Disnaker menggandeng ratusan PJTKI seluruh Jatim.

Selama ini Disnaker mengkui bahaa ada masalah penempatan pekerja migran yang dihadapi. Namun dengan aplikasi itu semua persoalan bisa dipecahkan. Terutama calo

Kejadian Birokrasi pelayanan yang dirasa panjang, banyak tempat, memakan waktu lama, dan banyak syarat dokumen. Selama ini tidak ada standar pelayanan yang baku.

Selama ini berlaku biaya pengurusan dokumen penempatan TKI yang tinggi dan tidak transparan. Belum lagi Akses informasi sangat terbatas dan banyak dikuasai oleh calo.

Pelayanan dokumen banyak tempat dan sering dilakukan oleh calo. Ini Rentan terhadap korban penipuan dan perdagangan orang. "Semua dijawab dengan aplikasi layanan Simpadu PMI," tandas Setiajit.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved