Berita Kampus Surabaya

Begini Cara Melawan Berita Hoax ala Pegiat Fotografi

Maraknya berita dan foto hoax yang tersebar di internet, Ciphoc mengadakan workshop Fotografi melawan hoax.

Begini Cara Melawan Berita Hoax ala Pegiat Fotografi
surya/ahmad zaimul haq
DIES NATALIS - Pengunjung mengamati karya fotografi di Galeri Dewan Kesenian Surabaya, Rabu (14/3/2018). Pameran yang bertajuk " OALA (olah rasa lewat lensa) " itu merupakan diesnatalis UKM Communication Photography Club (Ciphoc) Universitas Dr. Soetomo yang ke- 25 tahun. 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Menanggulangi maraknya berita dan foto hoax yang tersebar di internet, Ciphoc mengadakan workshop Fotografi melawan hoax pada rangkaian acara disnatalis ke 25.

Pembicara dalam workshop tersebut ialah Mamuk Ismuntoro. Mamuk sapaan akrabnya adalah seorang penggiat fotografi dan founder dari Matanesia.

Fenomena foto hoax menurut Mamuk, semakin deras tak dapat dibendung.

"Salah satu cara untuk melawan hoax adalah dengan membuat konten positif dan berkualitas," tuturnya.

Selain itu, cara untuk menghadang penyebaran berita dan foto hoax yang begitu masif, yakni dengan cara tidak mereponsnya.

Ia menyerukan, agar netizen tidak menelan mentah-mentah informasi atau foto yang tidak jelas sumbernya.

Menurutnya berita hoax ini berasal dari oknum yang ingin memperkeruh suasana.

"Produsen hoax menyomot foto atau momentum lain untuk kepentingan kelompoknya dan propaganda," jelasnya.

Pria berkacamata itu menyarankan, agar pengguna medsos menambahkan caption pada sebuah fotonya. "Agar masyarakat tau informasi dari foto tersebut, kalau tidak ada captionnya bisa bahaya, mereka bisa bebas mengartikan," ujarnya.

Seorang peserta workshop Fayed Bani Muhammad mengatakan, agat tidak hanyut dalam pusaran berita hoax, pengguna sosial media harus melakukan cek dan ricek.

"Kita harus cari kantor beritanya apa, redakturnya siapa, alamatnya dimana, nama fotografer dan penulisnya siapa agar tau berita itu berasal dari media terpecaya atau tidak," tutur Fayedh.

Selanjutnya peserta workshop lain bernama Anita nisaurohmah yamg berasal dari universitas stain kediri mengatakan, seorang fotografer harus selalu membuat konten secara konsisten.

"Agar foto kita dianggap original, kita 'telateni' setiap hari membuat konten, agar semuanorang percaya kalau kita(fotografer) memang berkarya bukan produsen hoax," punkasnya.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help