Berita Bisnis

Tingkatkan Industri Perkeretaapian Nasional, BPPT Kerjasama dengan PT INKA

Kerjasama ini untuk menunjang pengembangan dan pembangunan industri perkeretaapian nasional, khususnya proyek pembangunan LRT

Tingkatkan Industri Perkeretaapian Nasional, BPPT Kerjasama dengan PT INKA
surya/rahadian bagus priambodo
LRT Palembang yang sedang diproduksi PT INKA (Persero) 

SURYA.co.id | MADIUN - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan membantu PT INKA (Persero) dalam pengerjaan kereta Light Rail Transit (LRT) Jabodebek dari PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero).

Hal itu disampaikan, Kepala BPPT Dr Ir Unggul Priyanto, usai melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara BPPT dengan PT INKA (Persero), Selasa (13/3/2018).

Unggul menuturkan, BPPT berkomitmen mendukung PT INKA dalam pengerjaan pesanan sebanyak 31 train-set atau rangkaian kereta LRT Jabodebek, yang ditargetkan selesai pada 2009, mendatang.

"Hari ini kami melakukan kerjasama, yang intinya BPPT siap membantu PT INKA di bidang pengkajian dan penerapan teknologi," kata Unggul usai berkeliling di pabrik industri PT INKA, Madiun.

Kontrak kerjasama selama sepuluh bulan ke depan itu meliputi review, validasi, dan verifikasi desain, Reliability Availability Maintainability and Safety (RAMS), project management, serta pengawasan terhadap quality process.

Kerjasama ini, kata Unggul bertujuan untuk menunjang pengembangan dan pembangunan industri perkeretaapian nasional, khususnya proyek pembangunan LRT Jabodebek yang dikerjakan PT. INKA.

Harapannya, kedepan dengan adanya kerjasama ini Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) LRT Jabodebek yang selama ini hanya sekitar 46 persen, dapat meningkat menjadi 70 persen.

"Perkirakan TKDN-nya saat ini sekitar 46 persen. Tapi kalau propulsinya (mesin penggerak) bisa kita ambil alih produksinya, TKDN-nya bisa 70 persen. Ini sekarang kami mengarah ke sana," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Teknologi dan Komersialisasi PT INKA, Agung Sedaju mengaku senang dengan adanya kontrak kerjasama dengan BPPT.

Sebab, selama ini verifikasi dan pengecekan dilakukan PT INKA sendiri.

"Dengan adanya MoU, ada third party yang ngecek pekerjaan PT INKA. Selama ini kami mengerjakan sendiri, nggak ada yang mengawasi dan ngecek. Dengan adanya BPPT akan meningkatkan daya saing," jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini pengerjaan LRT Jabodebek baru tahap proses desain. Dia berharap, dengan kerjasama ini juga dapat mempercepat pengerjaan proyek LRT Jabodebek.

"Baru proses desain, sudah 70 persen. Nanti setelah BPPT gabung karena sudah kontrak, akan mengakselerasi itu," imbuhnya.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help