Pilkada 2018

Tanggapi Hasil Survei Polmark Indonesia, begini Reaksi Paslon Khofifah-Emil

Pihak Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak turut menanggapi hasil survei Polmark Indonesia.

Tanggapi Hasil Survei Polmark Indonesia, begini Reaksi Paslon Khofifah-Emil
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Direktur riset PolMark Indonesia Eko Bambang Subiantoro menjelaskan hasil survei pada dua pasangan calon yang berlaga di Pilgub Jatim, Rabu (12/3/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Juru bicara tim pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak turut menanggapi hasil survei Polmark Indonesia.

Dalam survei tersebut disebutkan  pasangan calon gubernur-wakil gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno (Mbak Puti) menjadi paslon 'pemenang' dengan raihan 42,7 persen suara.

Sementara itu, pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak hanya meraih 27,2 persen. Selisih di antara keduanya mencapai 15,5 persen.

KH Zahrul Azhar Asad, selaku jubir, justru menanggapi hasil survei tersebut secara santai.

"Yang jelas Polmark semudah menjalankan tugas dengan baik kepada kliennya agar dapat menumbuhkan kepercayaan diri kepada pendukungnya setelah terpuruk di survei lembaga media yg jauh lebih independen," ucap pria yang akrab disapa Gus Hans ini.

Menurutnya, survei itu dikeluarkan untuk menyemangati para pendukung dan simpatisan paslon nomor urut dua.

Sehingga menurut Gus Hans hasil survei tersebut tidak perlu ditanggapi secara panik oleh tim pemenangan maupun oleh simpatisan Khofifah-Emil.

"Jika tujuannya untuk nyemangati para pendukungnya saya sangat setuju, biar permainan lebih imbang dan mereka tak perlu lagi menghalalkan segala cara dengan jalur kekuasaan," sindir Gus Hans.

Sebab ia menyebut sejauh ini banyak pelanggaran yang dilakukan paslon nomor urut dua, terutama dalam penyalahgunaan alat peraga kampanye.

"Lihat saja baliho Puti di jalan utama yang menyalahi aturan. Semoga dengan hasil yang menggembirakan bagi paslon nomor dua ini bisa mengurangi mereka melakukan pelanggaran pelanggaran dan dapat berkompetisi dengan sehat," pungkas Gus Hans.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved