Berita Magetan

Rekonstruksi Ayah Pukul Anak Kandung hingga Tewas; Ahmad Thohir Dapat Simpati Warga, Kok Bisa?

Rekonstruksi kasus kekerasan dalam rumahtangga (KDRT) yang mengakibatkan anak kandung tewas di tangan sang ayah cukup mengharukan.

Rekonstruksi Ayah Pukul Anak Kandung hingga Tewas; Ahmad Thohir Dapat Simpati Warga, Kok Bisa?
surya/doni prasetyo
REKONSTRUKSI - Ahmad Thohir (48) menjalani rekonstruksi (reka ulang) di rumahnya, Rabu (14/3-2018). 

SURYA.co.id | MAGETAN - Rekonstruksi (reka ulang) kasus kekerasan dalam rumahtangga (KDRT) yang mengakibatkan Abdul Aziz (17) tewas di tangan Ahmad Thohir (48) ayah kandungnya, mengharukan.

Warga setempat bergerombol di sepanjang jalan masuk rumah tersangka  yang tega memukul kepala anak sulungnya Abdul Aziz dengan martil hinngga tewas . Namun juga tidka sedikit memberi semanga kepada  Ahmad Tohir.

Ini terlihat saat tersanmgka diturunkan dari mobil MVP putih dengan dikawal dua anggota Propam Polres Magetan dan berjalan masuk Gang menuju rumahnya. Di sepanjang jalan itu, warga setempat terdengar banyak yang memberi semangat, agar Ahmad Thohir bersabar.

"Sabar ya Pak Thohir (Ahmad Thohir), sabar ya Pak Thohir,,"suara warga itu bersaut sautan sampai Ahmad Thohir masuk rumahnya untuk menjalani rekonstruksi ihwal KDRT yang menewaskan anak sulungnya itu.

Tersangka dengan menundukkan kepala dengan digelandang dua personil Propam Polres Magetan, sempat terdengar membalas dengan suara seperti menahan tangis, "Matur nuwun", matur nuwun" dengan kepala tetap tertunduk.

Kapolres Magetan AKBP Muslimin yang langsung mengikuti pelaksanaan reka ulang dirumah Ahmad Thohir di Desa Temboro, Kecanatan Karas, Magetan ini menyebutkan, sejauh ini, kasus KDRT itu belum ditemukan adanya unsur perencanaan.

"Sementara ini mungkin hanya sekedar untuk tersangka. Tidak terlihat ada perencanaan terlebih dahulu. Di reka ulang ini, hampir tidak terlihat ada perencanaan terlebih dahulu,"kata Kapolres Muslimin kepada Surya seusai reka ulang, Rabu (14/3-2018).

Menurut Kapolres, kejadian itu berawal dari cecok memuncak, "pelaku ini kalap" sehingga terjadi kasus yang menewaskan Abdul Aziz, oleh bapaknya sendiri.

"Motif akan tetap kita dalami dan itu masuk ranah penyidik dan akan disampaikan di persidangan saja,"jelas Kapolres Magetan ini.

Kasus KDRT yang menewaskan Abdul Aziz, setelah kepalanya di martil Ahmad Thohir bapaknya sendiri. Kasus pemukulan kepala anak kandung dengan martil seberat sekitar tiga kilogram hingga tewas ini menjadi perhatian warga setempat.

Kasus KDRT ini dipicu kenakalan korban yang mengancam membunuh Kamirah (47) ibu kandungnya dan dua adik kandungnya setelah permintaan Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) tidak diberikan.

Kenakalan korban yang "dropout" Madrasah Tsnawiyah (MTs) Al-Fatah Temboro, Kecamatan Karas, Magetan ini sudah dikenal warga setempat. Bahkan saat kejadian hingga tewas ditangan bapaknya itu, korban ini berstatus tahanan Polsek Karas dalam kasus penganiayaan dengan korban orangtua.

Terkait permintaan keluarga besar, agar membebaskan tersangka Ahmad Thohir, dari sanksi hukum, Kapolres Magetan meminta keluarga bisa memohon secara tertulis, sesuai prosedur saja. Karena penyidikan kasus KDRT itu juga belum selesai.(tyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help