Fashion

Contemporary Batik Dress Untuk Acara Pesta

Fashion designer asal Surabaya, Ristya Stefanie merancang busana pesta dengan motif batik. Seperti ini hasilnya

Contemporary Batik Dress Untuk Acara Pesta
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Empat model bergaya dengan busana batik kontemporer karya deseiner asal Surabaya, Ristya Stefanie di Hotel Wyndham, Rabu (14/3). Pada busana kontemporer ini ada empat rancangan yang dibuat Ristya. Warna-warna netral dan sedikit cerah dominan dalam busana ini, seperti peach, gold, dan hijau. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Batik selama ini identik dengan acara-acara formal. Namun seiring dengan inovasi fashion, batik bisa dikombinasikan dengan busana gaun untuk pesta, terutama dinner party. Busana ini muncul dengan tema party contemporary batik dress.

Fashion designer asal Surabaya, Ristya Stefanie menguraikan, selama ini batik identik dengan baju-baju formal dan untuk kegiatan resmi semata. Batik juga dipakai untuk dodotan atau kemben pengantin adat Jawa zaman dulu.

“Konsep ini lalu dikombinasi, dimana batik bisa digabung dengan kain brokat, sehingga tak hanya dipakai untuk pengantin saja,” paparnya, Rabu (14/3).

Pada busana kontemporer ini ada empat rancangan yang dibuat Ristya. Warna-warna netral dan sedikit cerah dominan dalam busana ini, seperti peach, gold, dan hijau. Warna hijau menyesuaikan dengan warna kulit orang Indonesia yang rata-rata sawo matang. Lalu warna peach, sangat sesuai dipakai untuk kegiatan pada siang atau malam hari.

“Ini memang cocok untuk kegiatan pesta atau acara makan-makan,” kata perempuan yang lahir pada September 1986 ini.

Dengan tampilan busana berbeda, ada kombinasi antara batik dengan kebaya, dimana kebaya yang digunakan adalah lengan pendek. Ada juga busana yang mengombinasi antara batik dengan kain brokat dan kombinasi bordir dengan motif flora. Sedangkan potongan/cutting yang dipakai juga menyesuaikan desain, yakni bisa asimetris dan simetris.

“Paduan kebaya dan batik sangat serasi dan membuat tampilan jadi kekinian dan menarik,” urainya.

Pada busana ini, ada beberapa jenis batik yang digunakan, sebagai cerminan kekayaan batik dari berbagai daerah. Batik yang dipakai adalah batik parang, batik pekalongan, batik semarang yang dipadu dengan songket, dan batik ikat dari Lombok. “Ada juga paduan busana ala Tiongkok, yakni cheongsam yang dipadu dengan batik,” terangnya.

Dengan tampilan batik yang dipadu dengan kebaya dan kain brokat, menjadikan busana ini lebih fleksibel dan tak melulu untuk acara formal. Paling cocok memang digunakan untuk acara pesta. Makanya, pemakai busana ini cenderung pada usia remaja hingga ibu-ibu.

“Busana kontemporer ini juga sangat serasi dipakai ABG,” tandasnya.

Aksesoris

Tak hanya kesan berbeda dari busana saja, penampilan pemakai busana ini bakal lebih menawan ketika diberi anting.

Ristya menuturkan, sebenarnya dengan paduan batik dan kain brokat ini, aksesoris tak terlalu dibutuhkan karena sudah cukup mencolok. Hanya saja, untuk mempermanis tampilan, maka penggunaan anting cukup layak.

“Anting yang digunakan bisa yang kecil atau besar, tergantung baju yang dikenakan. Kalau gaun yang dikenakan panjang, maka mengenakan anting panjang,” urainya.

Mengenai warna anting, tak ada standar khusus ketika dipadukan dengan busana ini. Hanya saja, melihat warna busana seperti hijau dan peach, maka warna anting yang cocok adalah gold dan silver. “Paduan warna gold dan silver serasi untuk busana itu,” pungkasnya. 

Tags
batik
pesta
Penulis: Sudharma Adi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help