Angkat Cerita 'Stop Bullying' Untuk Kenalkan Wayang Kulit

Untuk memperkenalkan wayang kepada para pelajar, SMP Muhammadiyah 5 Surabaya menyajikan cerita yang lebih familiar bagi mereka.

Angkat Cerita 'Stop Bullying' Untuk Kenalkan Wayang Kulit
surabaya.tribunnews.com/sulvi sofiana
Pelajar dari Thailand saat mencoba memainkan wayang. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Cerita pewayangan kerap tidak disukai siswa saat ini karena cerita yang tidak dipahami mereka. Untuk itu SMP Muhammadiyah 5 Surabaya mengemasnya menjadi cerita yang berasal dari lingkungan anak-anak.

Encik Hendarsyah, guru kesenian SMPM 5 Surabaya mengungkapkan cerita yang diangkat yaitu Padadaran Pitra Siswa Sukalima.

Pelajar Thailand dari Pluakl Daeng Pittayakom School Rayong, Thailand, menjadi dalang dalam cerita tersebut.

"Tokoh yang diambil tetap dari pewayangan, tapi kami angkat kisah yang nilainya sama seperti saat ini. Ya seperti bullying yang diwujudkan dengan sifat Kurawa yang suka menganggu,"paparnya di sela kegiatan mendalang di Taman Budaya Cak Durasim, Rabu (14/3/2018).

Melalui cerita ini, Encik mengungkapkan kegiatan mendalang ini sekaligus kampanye anti bullying.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help