Liputan Khusus

70 Persen Driver Taksi Online Masih Mencicil Mobil

Banyak driver online terpaksa menjual mobilnya, karena saat ini pendapatan yang diperoleh tidak bisa menutupi cicilan mobil.

70 Persen Driver Taksi Online Masih Mencicil Mobil
surya/ahmad zaimul haq
Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mendampingi Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat melakukan sidak uji KIR gratis untuk 200 angkutan umum, baik konvensional maupun online di UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor, Wiyung, Kamis (8/3/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tidak adanya pembatasan pendaftar driver taksi online dari tiap-tiap aplikator, membuat persaingan antardriver dalam mendapatkan penumpang makin keras.

Kondisi ini membuat sejumlah driver online di Surabaya maupun kota besar lainnya kesulitan membayar angsuran kredit mobil.

Banyak driver online terpaksa menjual mobilnya, karena saat ini pendapatan yang diperoleh tidak bisa menutupi cicilan mobil.

Sebagian lagi menitipkan mobilnya di rent car agar mereka masih mendapatkan pemasukan.

Menyikapi kondisi ini Kemenhub dan Kemenkominfo memberlakukan moratorium penerimaan mitra pengemudi baru di semua platform aplikasi angkutan sewa berbasis (taksi) online.

Penandatanganan keputusan untuk memoratorium perekrutan bagi pengemudi transportasi online dilakukan, Senin (12/3), oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan belum memastikan sampai kapan moratorium pengemudi transportasi online akan diberlakukan.

“Enggak tau sampai kapan. Tapi kita akan monitor satu per satu,” ujar Luhut di Istana Presiden Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Saat ini, pemerintah berupaya menekan jumlah pengemudi transportasi online demi beberapa alasan.

Pertama, menghindari menumpuknya kredit macet kendaraan di bank.

Halaman
12
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help