Video Viral Siswi Sidoarjo Dibully, Psikolog: Pelaku Bullying Bisa Jadi Psikopat Jika Tak Ditangani

Anak-anak pelaku bullying, jika tidak ditolong, ke depannya bisa menjadi kriminal psikopat yang melakukan kekerasan tanpa perasaan bersalah

Video Viral Siswi Sidoarjo Dibully, Psikolog: Pelaku Bullying Bisa Jadi Psikopat Jika Tak Ditangani
Facebook
Video viral yang melibatkan siswi-siswi di Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Baru-baru ini kerap beredar luas video sekumpulan anak sekolah yang melakukan bullying terhadap temannya sendiri.

Mulai dari video aksi bullying anak SD, SMP dan SMA. Belakangan juga tersebar video sekumpulan anak-anak perempuan berseragam sekolah yang diduga berasal dari Sidoarjo tengah menghakimi seorang teman mereka hingga menangis.

Fenomena bullying ini semakin sering terjadi di kalangan anak-anak. Psikolog Fifin Widyaprasti mengatakan tindakan bullying ini harus ditangani serius, jika tidak akan berdampak buruk pada perkembangan anak.

"Pelaku bullying, apalagi yang masih anak-anak, jika tidak segera ditolong bisa berakibat panjang ke depannya. Dia bisa menjadi pelaku kriminal di kemudian hari, bisa menjadi psikopat yang melakukan kekerasan tanpa perasaan bersalah," kata Fifin, Senin (12/3/2017).

Ada yang perlu dicatat menurut Fifin, bullying tidak bisa dipandang dari satu sisi. Sisi pelaku saja, atau sisi korban saja. Bulying merupakan efek dari berbagai macam sumber pengaruh.

"Dari sisi pelaku, dia tidak bisa dipandang sebagai ‘terdakwa’ semata, yang kemudian dihukumi sebagai pelaku kriminal dan dimasukkan ke penjara anak, misalnya," katanya.

Tidak sesederhana itu terangnya, karena bisa jadi pelaku bulying sesungguhnya merupakan korban. Ada kemungkinan pelaku bullying ini merupakan korban pengasuhan orang tua yang terlalu cuek atau sebaliknya terlalu keras dan otoriter.

Tidak tertutup kemungkinan juga pelaku bullying justru tadinya korban bullying di masa lalu. Lingkungan yang membiarkan perilaku kekerasan atau justru menganjurkan melakukan kekerasan untuk menyelesaikan masalah juga memengaruhi kejiwaan seseorang.

Sosial media (sosmed) dan juga game juga bisa memberi pengaruh perilaku bullying.

"Oleh karena itu, tidak adil rasanya jika pelaku bulying hanya mendapat hukuman tanpa mereka juga ditolong untuk keluar dari lingkaran hidup bully membully," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved