Berita Surabaya

Sebelum Dirazia BBPOM, Resto Vegetarian di Surabaya ini Sudah Pernah Ditegur

Sebelum disidak dan sejumlah produknya disita BBPOM, ternyat resto vegetarian D'Natural Healhty and Store pernah ditegur sebelumnya.

Sebelum Dirazia BBPOM, Resto Vegetarian di Surabaya ini Sudah Pernah Ditegur
surabaya.tribunnews.com/pipit maulidiyah

SURYA.co.id | SURABAYA - Dua belas anggota Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Surabaya yang didampingi 2 anggota polisi Polda Jatim, menggelar sidak di resto vegetarian D'Natural Healhty and Store, Jalan Dr Soetomo, Surabaya.

Menurut Sapari, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Surabaya, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa resto dan toko yang menjual barang-barang vegetarian dan herbal itu punya produk tanpa izin edar.

"Sudah kami lakukan pengecekan, dan ada 99 item dengan 2806 jumlah produk yang kami amankan tanpa izin edar. Kalau diuangkan mencapai Rp 110 juta rupiah," jelasnya di epan awak media.

Sebelum ada laporan masyarakat, Siti Amanah, Kepala Seksi Penyidikan BBPOM di Surabaya menjelaskan bahwa tahun 2014 lalu BBPOM sudah melakukan pembinaan pada D'Natural Healthy and Store. Saat itu BPOM menemukan 17 item produk tanpa izin edar.

"Sudah kami lakukan pembinaan, waktu itu ada 17 item yang tanpa izin edar, sekarang bertambah jadi 99 item. Kita dapat info masyarakat di sini menjual tanpa PIRT dan izin tanpa izin edar dan mereka punya gudang di Jalan Ketampon, Ruko Bintoro, dicek ternyata kosong. Kita ke lokasi rumah makan dan storenya, cek di belakang ditemukan banyak produk impor tapi tidak berizin," terang Siti soal kronologi sidak.

Baca: Wow! Nilai Kosmetik yang Disita BBPOM di Surabaya Tembus Rp 110 Juta

Baca: Produk Kosmetik yang Disita BBPOM Surabaya Itu Ternyata Tak Cantumkan Ini

Siti mengatakan, D'Natural Healthy and Store sudah memiliki nomor angka pengenal impor alias importir. Namun letak kesalahannya adalah setelah impor harus ada izin edar dari BPOM.

"Nanti registrasinya ada untuk barang impor. Kalau belum ada itu mutu dan keamanannya kita tidak bisa menjamin. Kalau dijual curah dia nggak masalah, kalau ada labelnya D'Natural lalu ada keterangan komposisi, dikemas dengan merek berarti harus ada PIRT dan izin edar," tegasnya.

Setelah proses penyitaan, Siti menjelaskan bahwa pelaku usaha bisa segera mengurus izin edar untuk bisa menjual produknya kembali.

"Nanti kita bawa ke laboratorium untuk produk yang disita. Kita juga imbau untuk mengurus izin edar supaya bisa terjual kembali," tutupnya. Pipit Maulidiya

Kepala BPOM, Sapari bersama anggota polisi dan anggota BPOM lainnya menunjukkan pada awak media produk yang mereka sita karena tak punya PIRT atau Izin Edar.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help