Ratusan Kitab Kuno di Pamekasan Diperbaiki, Ada Kitab yang Berumur 600 Tahun Lebih

Kitab yang tersimpan di Perpustakaan Roro Umro, Sumber Anyar boleh dikatakan tua, karena usianya antara 400–600 tahun lalu

Ratusan Kitab Kuno di Pamekasan Diperbaiki, Ada Kitab yang Berumur 600 Tahun Lebih
surya/muchsin
Salah seorang tim Pusat Preservasi Naskah, Perpustakaan Nasional Jakarta, sedang menambal lembaran kitab kuno, di Perpustakaan Roro Umro, Sumber Anyar, Larangan Tokol, Pamekasan. 

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Tim Pusat Preservasi Naskah Perpustakaan Nasional (PPNPN) Jakarta, melakukan laminasi terhadap 150 kitab tulisan tangan berusia 400–600 tahun, di Perpustakaan Roro Umro, Ponpes As Zubair, Sumber Anyar, Desa Larangan Tokol, Tlanakan, Pamekasan, Selasa (13/3/2018).

Laminasi terhadap preservasi (pelestarian) kitab kuno yang memiliki aksara degan tulisan Arab Pegon,  bukan berarti dilakukan laminating. Namun, proses konservasi dengan cara perbaikan dan perawatan fisik dari kitab-kitab tersebut.

Di antaranya melalui menghilangkan keasaman yang muncul dari kertas yang sudah tidak terawat dengan cara disemprot menggunakan methanol dan barion.

Selanjutnya tim yang terdiri 10 orang itu membuka satu-persatu lembaran kitab dengan dilaminasi menggunakan tissu khusus dari Jepang.

Kemudian disusun ulang dan dilem. Setelah urutannya rapi disusun dan dijilid ulang, lalu dimasukkan kotak, sehingga kitab ini kembali seperti sedia kala dan mampu bertahan sampai ratusan tahun.

Koordinator Tim Pusat Preservasi Naskah untuk Daerah Pamekasan, Aris Riadi, mengatakan tim yang akan bekerja selama seminggu ke depan ini, tidak hanya melakukan perawatan secara fisik, juga difoto melibatkan ahli fotografi, yang diedit lalu dikemas ulang agar lebih sempurna.

“Dengan teknik digital yang difoto ini, teman-teman semua akan membawa hasilnya ke Perpustakaan Nasional di Jakarta. Dengan demikian, maka masyarakat di seluruh Indonesia bisa mengakses kitab ini. Hasil bukan dalam bentuk PDF, tapi lembarannya bisa dibolak-balik, seperti kita membuka buku,” kata  Aris Riadi.

Menurutnya, kitab yang tersimpan di Perpustakaan Roro Umro, Sumber Anyar boleh dikatakan tua, karena usianya antara 400–600 tahun lalu yang merupakan warisan nenek moyang yang harus dilestarikan, agar jati diri indentitas Indonesia akan diketahu generasi yang akan datang.

Dikatakan, waktu satu minggu untuk proses perawatan dan perbaikan in masih kurang dan bisa jadi tidak selesai. Sebab yang cukup sulit, bila melakukan konservasi kitab, karena perawatan fisik yang dilakukan ini, dikerjakan lembar per lembar.

Apalagi dari seluruh kitab itu lembarannya tidak utuh. Maksudnya bagian sisi kiri dan atas sebagian sudah sobek, sehingga ditambal kembali menggunakan kertas tissu dari Jepang.

“Ternyata peradaban nenek moyang dulu sudah tinggi. Sebab sudah bisa membuat kertas dengan kualitas bagus dari kulit kayu dan daun lontar, serta tinta yang bagus pula. Karena tinta tulisan di kitab ini tidak ada yang luntur dan tetap seperti semula,” kata Aris Riadi.

Baca: Ratusan Anak Yatim di Sidoarjo Tak Punya Akte Kelahiran, Ini yang Bakal Dilakukan Khofifah

Pegelola Perpustakaan Roro Umro, Ponpes As Zubair, Sumber Anyar, Tlanakan, Pamekasan, Habibullah Bahwi, menambahkan pemilik kitab itu K Surgiwa, merupakan pengasuh  Ponpes Sumber Anyar.

Dan di perpustakaan Roro Umro, terdapat kitab berusia di atas 600 tahun dan satu-satunya di Indonesia.

“Kitab Al Muhith tulisan tangan ini umurnya ratusan tahun, karangan Syekh Abdullah Arif Aceh,” kata Habibullah Bahwi.

Penulis: Muchsin
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved