Pilkada 2018

Ratusan Anak Yatim di Sidoarjo Tak Punya Akte Kelahiran, Ini yang Bakal Dilakukan Khofifah

Mayoritas anak-anak ini belum memiliki akte kelahiran, padahal seharusnya mendapatkan hak dasar sebagai warga negara.

Ratusan Anak Yatim di Sidoarjo Tak Punya Akte Kelahiran, Ini yang Bakal Dilakukan Khofifah
surya/fatimatuz zahro
Cagub Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat ada di Panti Asuhan Millinium, Candi, Sidoarjo, Selasa (13/3/2018). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Ratusan anak di Panti Asuhan Milinium, Candi, Sidoarjo tidak bisa terpenuhi hak dasarnya sebagai warga negara. Anak-anak Kota Delta tersebut tak memiliki akte kelahiran.

Anak-anak di yayasan tersebut merupakan anak-anak terlantar dari kehamilan tidak diinginkan dan kelahiran yang tidak diharapkan. Setidaknya ada sebanyak 225 anak yang diasuh oleh yayasan ini.

Mayoritas anak-anak tersebut belum memiliki akte kelahiran. Padahal mereka adalah anak-anak yang seharusnya mendapatkan hak dasar sebagai warga negara.

"Saya ke sini sudah tiga kali, saat saya masih Mensos juga ke sini dan mengirim tim ke sini. Selain itu saya juga ke yayasan serupa di panti asuhan Metal, Pasuruan, saya komunikasi di yayasan seperti ini tentang pentingnya akte kelahiran," ucap Khofifah.

Berbeda dengan Metal, Yayasan Badan Wakaf di panti Metal akhirnya berhasil untuk memenuhi hak dasar pembuatan akte kelahiran bagi anak-anak di panti asuhan sana.

"Nah di sini ternyata ada kendala. Padahal saya sudah mengirik direktur anak saat masih di kementerian untuk memediasi agar anak-anak di panti Millinium ini bisa mendapatkan akte, tapi belum ketemu solusinya," tegas Khofifah.

Ditegaskan Khofifah, anak-anak di panti asuhan ini tidak boleh stateless atau tanpa dokumen. Ada undang-undang yang mengatur bahwa anak-anak terlantar adalah anak-anak negara.

"Di sini pemerintah harus hadir. Pemerintah setempat, khususnya Dispendukcapil harus memberikan kemudahan, aturan sudah ada kok. Karena untuk sekolah dan untuk keperluan administrasi yang lain, anak-anak pasti butuh akte," katanya.

Memiliki akte kelahiran adalah hak dasar. Selama ini, anak-anak terlantar di sini sudah diuruskan akte kelahirannya, dengan nama dari ketua yayasannya.

Namun lantaran jumlahnya semakin banyak, tidak mungkin jika menggunakan nama pengasuh seterusnya. Maka negara tetap harus hadir, untuk tetap memberikan hak dasar pada anak-anak terlantar.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help