Berita Sidoarjo

Polisi Sidoarjo Tangkap Pengedar Narkoba, Barang Buktinya Mencengangkan

Maraknya peredaran pil koplo di beberapa wilayah Sidoarjo, khususnya di Jabon dan Tanggulangin, bisa jadi gara-gara bisnis haram dua pemuda ini.

Polisi Sidoarjo Tangkap Pengedar Narkoba, Barang Buktinya Mencengangkan
surya/m taufik
Dua pengedar pil koplo ditangkap petugas Polsek Tanggulangin, Polresta Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Maraknya peredaran pil koplo di beberapa wilayah Sidoarjo, khususnya di Jabon dan Tanggulangin, bisa jadi gara-gara bisnis haram dilakukan dua pemuda ini.

Mereka adalah Mogar Tri Cahyono (27), warga Jabon Sidoarjo dan Cholilu Rochmat(21), warga Gambiran, Pasuruan. Keduanya sudah meringkuk di dalam sel penjara Polsek Tanggulangin, setelah sepakter jangnya terendus polisi.

"Selain menangkap dua tersangka ini, petugas juga menyita barang bukti 5.000 pil koplo dari mereka," kata Kanit Reskrim Polsek Tanggulangin Ipda Idham Khalid, Selasa (13/3/2018).

Diceritakan, terungkapnya dua pengedar pil setan ini berawal dari penangkapan dua  remaja berinisial FS dan NP di warung kopi Desa Permisan, Kecamatan Jabon, Sidaorjo beberapa waktu lalu.

Saat diringkus polisi, keduanya kedapatan membawa 46 butir pil koplo.

"Dari situ, polisi berusaha melakukan pengembangan ke pengedarnya," sambung Idham Khalid.

Berdasar keterangan mereka, polisi mendapat nama Mogar. Penelusuran pun membuahkan hasil, dan Mogar Tri Cahyono berhasil ditangkap petugas.

Dari tangan pengedar ini, polisi menemukan 46 plastik kecil dan 9 butir pil koplo, serta uang hasil penjualan besarnya Rp 15 ribu.

Tak berhenti di situ, polisi terus mengembangkan perkara tersebut. Utamanya dari pengakuan Mogar yang menyebut dapat barang dari Cholilu Rochmat warga Gambiran, Pasuruan.

Dan tidak sia-sia, polisi pun berhasil menangkap Cholilu Rochmat. Dari rumah pengedar koplo ini, petugas mendapatkan 1.000 butir pil koplo,1 kantong plastik berisi 52 butir, 1 kantong plastic berisi 3 butir, 1 kantong plastik berisi 7 bandel plastik kecil, dan uang tunai Rp 650.000 hasil penjualan barang haram itu.

Dalam penggeledahan di kamar tidur tersangka ini, petugas juga menemukan sejumlah plastik berisi pil koplo warna putih. Yang jika ditotal semua, barang buktinya mencapai 5.000 butir.

Dalam pemeriksaan, Cholilu Rochmat mengaku biasa menjual pil koplo per paket ukuran besar. Yakni paket berisi 1.000 pil  harganya Rp 650.000. Salah satu pengedar yang menjadi langganan adalah Mogar.

Biasanya, Mogar kulakan dari Cholilu kemudian dipecah dalam paket-paket kecil. Per paket berisi 100 butir pil koplo yang dijual dengan harga Rp 100.000 per paketnya. Sasaran mereka adalah anak-anak remaja yang doyan nge-fly.

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help