Perekrutan Tenaga Kerja Dinilai Tak Transparan, Warga Tuban Segel Perusahaan Pengolahan Minyak

Aksi yang dilakukan warga ring satu perusahaan pengolahan minyak itu, ditengarai karena perekrutan tenaga kerja yang tidak transparan.

Perekrutan Tenaga Kerja Dinilai Tak Transparan, Warga Tuban Segel Perusahaan Pengolahan Minyak
surya/m sudarsono
Warga lakukan penyegelan akses pintu masuk perusahaan. 

SURYA.co.id | TUBAN - Warga Desa Tasikharjo, Remen, dan Purworejo, Kecamatan Jenu, Tuban, melakukan demonstrasi di depan pintu masuk kantor PT Trans Pacifik Petrochemical Indotama (TPPI), Selasa (13/3/2018).

Aksi yang dilakukan warga ring satu perusahaan pengolahan minyak itu, ditengarai karena perekrutan tenaga kerja yang tidak transparan.

Sebab, selama ini banyak perekrutan yang justru melibatkan warga di luar ring satu.

"Kita minta perekrutan tenaga kerja TPPI Tuban paling tidak 70 persen dari warga Ring 1 dilibatkan, jangan justru warga luar," kata Retno, warga Desa Tasikharjo saat aksi.

Usai melakukan orasi, warga juga lanjut menyegel akses pintu masuk perusahaan, dengan menggunakan rantai. Hal itu dilakukan sebagai bentuk luapan kekecewaan terhadap TPPI selama ini.

"Kami akan segel selama tiga hari, karena pihak perusahaan tidak mau menemui kami," ancam Retno disambut teriakan demonstran lainnnya.

Sementara itu General Manager (GM) TPPI Tuban, Hadi Chairunnas saat ditemui terpisah memberikan tanggapannya terkait aksi warga sekitar.

Baca: Wujudkan Ukhuwah Islamiyah, PCNU Bangkalan dan DPW FPI Bangkalan Berencana Lakukan Ini

Dia menyatakan, selama ini sudah tranparan dalam perekrutan tenaga kerja. Koordinasi dengan pihak desa, kecamatan, bahkan Dinas Penanaman Modal PTSP dan Tenagakerja juga dilakukan.

"Kami sudah melakukan perekrutan tenaga kerja sesuai prosedur dan transparan, serta kordinasi dengan pihak terkait. Kami akan temui demonstran apa yang sebenarnya terjadi,” singkatnya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help