Berita Sumenep

Massa Geruduk Polres Sumenep, Tuntut Terduga Penggelapan Dibebaskan, H Nurkholis Suka Sedekah

Tuntut pembebasan salah satu warganya, H.Nurholis, puluhan warga Dusun Dangka, Desa Giring, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Madura.

Massa Geruduk Polres Sumenep, Tuntut Terduga Penggelapan Dibebaskan, H Nurkholis Suka Sedekah
surya/khairul amin
Sejumah warga bergerombol di depan Mapolres Sumenep menuntut H Nurkholis dibebaskan. 

SURYA.co.id I SUMENEP – Tuntut pembebasan salah satu warganya, H.Nurholis, puluhan warga Dusun Dangka, Desa Giring, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Madura, mendatangi Mapolres Sumenep, Selasa (13/3/2018).

H. Nurholis ditangkap petugas kepolisian Polres Sumenep pada Senin (12/2/2018) malam sekitar pukul 23.00 WIB atas dugaan penggelapan sebuah mobil AVP.

Puluhan warga tersebut hanya bisa menunggu di luar pagar Mapolres dengan penjagaan ketat petugas, sementara perwakilan warga, termasuk Kisriyah (35), istri dari H.Nurholis melakukan koordinasi di dalam Mapolres Sumenep.

Menurut Munaweroh, salah satu warga Dusun Dangka warga yang datang tersebut atas kemauan sendiri, dasar kepedulian, juga karena H. Nurholis dikenal sangat baik di Desa tersebut.

 “Masyarakat datang atas kemauan sendiri, ini yang datang satu kampung, itu pun belum datang semua, disamping hujan, juga karena bersamaan dengan waktu mencari rumput,” terang Munaweroh.

 Kalau tidak hujan, tambah Munaweroh, mungkin yang datang lebih banyak, bisa sampai 30 mobil.

 “Mereka datang semua karena memang H. Nurhalis orang bener dan baik-baik, dia juga sering membantu kegiatan warga,” tuturnya.

Bahkan, tambahnya, H. Nurhalis orangnya rutin sedekah pada tetangga.

“Kemaren saja, sudah ngangkut batu untuk perbaiki jalan desa yang sebagian rusak, tapi karena ditangkap akhirnya gak jadi,” terang Munaweroh.

Dia merasa kaget, H. Nurholis tiba-tiba ditangkap, karena menurutnya, H. Nurholis bukan pelaku, malah korban, karena dia hanya meminjamkan uang pada inisial SN (tetangga korban) dengan jaminan mobil.

“H. Nurholis tertipu, karena yang menggadaikan mobil sekarang kabur, terus yang punya mobil sebenarnya datang bersama polisi ke rumah H. Nurholis, kemudian melakukan penangkapan,” terangnya.

Munawaroh menambahkan, harusnya yang ditangkap itu bukan H. Nurholis tapi inisial SN.

“Diakan dirumah tidak lari kemana-mana, kenapa ditangkap saat larut malam, kenapa gak siang, kan menggangu waktu istirahat,” terangnya.

Munawaroh berharap, H. Nurholis dibebaskan, karena dia tidak salah, bahkan korban penipuan.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help