Kasus Pencabutan Izin Karaoke Inul Vista Kalah di PTUN, Pemkot Kediri Ajukan Banding

"Pemkot Kediri mengajukan banding sehingga operasional Karaoke Inul Vizta menunggu keputusan inkrah," jelas Apip Permana

Kasus Pencabutan Izin Karaoke Inul Vista Kalah di PTUN, Pemkot Kediri Ajukan Banding
surya/didik mashudi
Karaoke Inul Vizta di Kediri Mall belum dapat beroperasi sehingga 31 karyawannya masih di rumahkan, Selasa (13/3/2018). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Pemkot Kediri masih melakukan banding perkara penutupan Karaoke Inul Vizta di Kediri Mall setelah kalah dalam putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya.

Dengan demikian, Karaoke Inul Vizta masih belum boleh beroperasi sampai ada putusan hukum inkrah dari proses banding tersebut.

Kabag Humas Pemkot Kediri, Apip Permana, kepada Surya menjelaskan Pemkot Kediri telah mengajukan banding setelah turun putusan dari PTUN Surabaya.

"Pemkot Kediri masih mengajukan banding. Sehingga untuk operasional Karaoke Inul Vizta masih menunggu keputusan inkrah atau yang berkekuatan hukum tetap," jelas Apip Permana di kantornya kepada Surya, Selasa (13/3/2018).

Dijelaskan Apip, baik Pemkot Kediri dan pihak manajemen Inul Vizta telah ada kesepahaman untuk saling menghormati prosedur hukum yang berlaku.

Ditambahkan Apip, pasca putusan PTUN Surabaya, pihak perwakilan dan pengacara Inul Vizta telah menyampaikan keinginan untuk bertemu dengan Pjs Wali Kota Kediri. Terkait dengan keinginan tersebut akan diteruskan kepada pimpinan.

"Intinya pihak manajemen berharap karyawan Inul Vizta yang saat ini masih dirumahkan mendapatkan perhatian," jelasnya.

Sejauh ini masih belum dijadwalkan lagi pertemuan lanjutan terkait masalah Karaoke Inul Vizta.  Sebelumnya Tjetjep M Yasien,SH pengacara Karaoke Inul Vizta mengungkapkan, pihaknya yang mewakili 31 pekerja CV Adi Buana dan Ratna Kusuma Dewi telah memenangkan gugatan melawan Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Kediri.

Dalam putusannya PTUN Surabaya menyatakan menerima gugatan penggugat CV Adi Buana dan 31 pekerjanya untuk seluruhnya.

Selain itu menyatakan SK Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kota Kediri No : 593/1433/419.104/2017 tentang Pencabutan Surat Izin Usaha tertanggal 7 Agustus 2017 cacat hukum.

Tjetjep M Yasien mengimbau kepada para pekerja Inul Vizta untuk mensyukuri atas kemenangan gugatan di PTUN Surabaya. Namun diharapkan para pekerja untuk tetap rendah hati dan harus introspeksi diri.

Diberitakan sebelumnya, Karaoke Inul Vizta digrebek Polda Jatim karena room untuk karaoke dipakai ajang tarian striptise atau tari telanjang.

Dalam perkara ini PN Kota Kediri telah menghukum Ilham selaku Manajer Operasional Karaoke Inul Vizta dengan hukuman setahun penjara. Namun 4 penari telanjang dan dua pria yang memesannya lolos dari hukuman.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved