Berita Kediri

Jumlah Nasabah BRI di Kediri yang Tabungannya Mendadak Raib Bertambah Lagi. Anda Juga?

Jumlah nasabah BRI di Kediri yang saldo tabungannya mendadak berkurang secara misterius bertambah lagi. Anda juga?

Jumlah Nasabah BRI di Kediri yang Tabungannya Mendadak Raib Bertambah Lagi. Anda Juga?
ist
ilustrasi 

"Belum ada bukti yang mengarah ke Skimming. Kami masih melakukan penyelidikan bersama tim BRI," jelasnya.

Baca: Nasabah BRI di Kediri Panik Setelah Saldo Puluhan Nasabah Berkurang Misterius

Sedangkan, dikatakan Erick, pihaknya telah mendatangi kantor Unit Cabang BRI, Ngadiluwih untuk menyelidiki kasus ini.

Sebagai tindakan preventif pihaknya telah berkoordinasi untuk memeriksa seluruh mesin ATM di wilayah Ngadiluwih.

"Kami memeriksa sejumlah saksi para nasabah Bank yang mereasa terdebet untuk dimintai keterangan," ungkapnya.

Ditambahkannya, pihaknya telah berkoordinasi bersama petugas Bank BRI Kantor Wilayah (Kanwil). Sebagai langkah antisipasi diimbau untuk warga atau nasabah melakukan cek saldo tabungan.

"Apabila diperlukan lakukan pengecekan dan ubah PIN ATM secara berkala," imbuhnya.

Seperti yang diberitakan, kasus kejahatan Perbankan pembobolan rekening tabungan pada kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) menimpa nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kabupaten Kediri. Puluhan nasabah BRI Unit Ngadiluwih yang menjadi korbannya.

Dedi Kusnadi, Pimpinan Bank BRI Cabang Kediri membenarkan adanya kejahatan pembobolan rekening tabungan melalui ATM milik nasabah. Pihaknya telah mendata nasabah yang menjadi korban guna melakukan pengkajian untuk dilaporkan ke kantor pusat.

Kejahatan ini adalah Skimming yakni penyadapan data nasabah yang diduga bocor saat transaksi di kartu ATM.

Berdasarkan keterangan korban yang menerima pesan singkat nilai transaksi tidak dalam bilangan bulat yakni ada tiga angka dibelakang koma (Bank Konversi). Hal itu memperkuat asumsinya yang menduga jika kejahatan ini dilakukan diluar negeri.

Kejadian ini telah dilaporkan ke kantor pusat dan mengenai angka dibelakang koma saat penarikan itu adalah konversi kurs dollar atau mata uang asing lainnya yang diduga penarikan dana dilakukan di luar negeri. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved