Berita Blitar

Janda Pengepul Arak Jowo di Blitar Itu Sering Kena Razia, Kini Ia Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Dulu, janda di Blitar yang jadi pengepul arak Jowo itu sering kena razia. Kini ia terancam hukuman 15 tahun penjara.

Janda Pengepul Arak Jowo di Blitar Itu Sering Kena Razia, Kini Ia Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
surya/samsul hadi
Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti arak jowo di Polres Blitar Kota. 

SURYA.co.id | BLITAR - Dyah Retno Ningsih (49), janda asal Dusun Pacuh, Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, yang menjadi pengepul arak jowo terancam hukum penjara 15 tahun.

Petugas Satnarkoba Polres Blitar Kota menjerat pelaku dengan pasal 204 ayat 1 KUHP.

"Pelaku kami jerat pasal 204 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," kata Kasat Narkoba Polres Blitar Kota, AKP Huwahilla W, Selasa (13/3/2018).

Pasal 204 ayat 1 KUHP, itu berbunyi barangsiapa menjual, menawarkan, menerimakan atau membagi-bagikan barang sedang diketahuinya barang itu berbahaya bagi jiwa atau kesehatan orang dan sifat yang berbahaya itu didiamkanya dihukum penjara selama-lamanya lima belas tahun.

Informasi yang diperoleh menyebutkan Dyah sudah lama menjual minuman keras (miras) di rumahnya.

Dyah juga sering terkena razia miras dari petugas.

Tetapi, sebelumnya petugas hanya menjerat pelaku dengan pasal tindak pidana ringan (tipiring).

Petugas hanya menyita miras dari rumah pelaku. Sebab, petugas hanya menemukan beberapa botol miras di rumah pelaku.

"Soal itu kami tidak tahu, kami baru pertama melakukan penggrebekan di rumah pelaku," ujar Huwahilla.

Dalam penggerebekan itu, polisi menemukan 83 jeriken berisi arak jowo di rumah pelaku.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved