Citizen Reporter

Ini Polisi Promoter Menurut Tito Karnavian

Polisi sekarang harus lebih lihai mengatasi situasi dalam masyarakat. Jenderal Tito Karnavian menyebutnya polisi promoter.

Ini Polisi Promoter Menurut Tito Karnavian
ist

Brigjen M Iqbal, Karopenmas Divhumas Mabes Polri, mengingatkan tentang posisi polisi yang dilahirkan oleh rakyat, bukan sebagai alat negara.

Itu adalah intisari yang disampaikannya saat memberikan sambutan dalam bedah buku Democratic Policing di Gedung Gema Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jumat (9/3/2018). Iqbal mewakili Kapolri Jenderal Tito Karnavian, penulis buku itu.

Acara yang diselenggarakan Forum Silaturahmi dan Komunikasi Alumni BEM Se-Nusantara itu menghadirkan dua panelis tersohor, Hermawan Sulistyo dan Himawan Estu Bagijo. Herwaman adalah pakar politik, pertahanan, dan keamanan. Himawan menjadi Sekjen Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara.

Sedianya, Tito Karnavian juga diundang hadir, tetapi berhalangan. Buku Democratic Policing merupakan karya kolaborasi Tito Karnavian dengan Hermawan Sulistyo.

M Iqbal melanjutkan, buku itu diterbitkan pada 21 November 2017 dan ini adalah kali pertama dibedah. Buku setebal 494 halaman dan terdiri atas 7 bab itu berisi pemahaman kembali fungsi polisi baik kepada masyarakat maupun internal kepolisian.

Hermawan Sulistyo menambahkan, salah satu motivasinya membantu Tito menulis buku itu adalah ingin mengajak polisi agar lebih cerdas menghadapi sesuatu. Selain itu, supaya polisi gemar membaca. Menurut dia, tugas polisi kini semakin kompleks.

”Tidak sekadar menangkap maling, tetapi lebih dari itu menjaga demokratisasi negara,” ujar penulis yang telah menelurkan sekitar 130 buku itu.

Pembahasan Himawan Estu Bagijo juga tak kalah menarik dalam menilai buku itu, baik berupa apresiasi maupun kritik. Dia mengatakan, ada tiga hal yang membuat buku itu layak diapresiasi.

Pertama, buku ini ditulis dengan pendekatan yang lengkap dan pemikiran yang modern tentang kepolisian. Selanjutnya, pendekatan historisnya cukup baik.

”Ketiga, soal perbandingan. Buku ini ditulis dengan pendekatan perbandingan polisi yang ada di sana dan polisi di sini,” ujarnya.

Halaman
12
Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help