Berita Jombang

Hindari Debt Collector, Banyak Kendaraan Pakai Nopol Palsu di Jombang

Banyak kendaraan bermotor di Jombang yang pakai nopol palsu. Tujuannya agar terhindar dari debt collector.

Hindari Debt Collector, Banyak Kendaraan Pakai Nopol Palsu di Jombang
surabaya.tribunnews.com/sutono
Perajin plat nopol jalanan sedang mengerjakan pesanan nomor kendaraan motor dari pemilik kendaraan yang ditengarai sudah jatuh tempo pembayaran angsuran kreditnya. 

SURYA.co.id | JOMBANG - Saat ini ditengarai banyak kendaraan bermotor (ranmor) roda dua atau empat menggunakan plat nomor polisi (nopol) palsu berseliweran di jalan-jalan Kabupaten Jombang

Mereka sengaja menggunakan nopol palsu guna mengelabui incaran penagih angsuran dari lembaga pembiayaan kredit ranmor atau lembaga 'leasing'.

Indikasi ini setidaknya berdasarkan pengakuan perajin plat nomor polisi (nopol) jalanan yang ada di Jombang.

Mereka mengaku setiap hari banyak menerima order pembuatan plat nopol, yang ditengarai tak sesuai Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

"Rata-rata satu hari ada tiga hingga empat pemilik kendaraan minta dibuatkan plat nomor yang tidak sesuai dengan nopol kendaraan yang dibawanya," ujar Sutopo (45) pembuat plat nomor di kawasan pasar Mojoagung, Selasa (13/3/2018).

Sutopo mengaku, setelah berbincang dengan pemilik kendaraan, ia mengetahui alasan pemilik ranmor minta dibuatkan plat nomor baru tersebut.

Yakni guna mengelabuIi debt collector lembaga pembiayaan kredit, karena motor yang dimilikinya secara kredit sudah menunggak dua bulan angsuran.

"Paling banyak yang pesan plat nomor baru itu adalah pemilik mobil. Dan saya lihat mobilnya juga keluaran terbaru," imbuhnya.

Hal senada diutarakan, Samsul Khoirudin (52) pembuat plat nomor ranmor di Pasar Citra Niaga Jombang. Di sini plat nomor bahkan dibuat mencetak sesuai dengan plat nomor di mana kendaraan tersebut sering digunakan.

"Misalnya jika pemilik sering beraktivitas di Malang, mereka minta dibuatkan plat nomor dengan huruf N di depannya. Jika sering di Jombang minta dicetak dengan kode S. Kami membuat tergantung dari pemesan saja," tandasnya.

Menurutnya, pembuatan plat nomor juga bisa juga tidak hanya satu buah, melainkan lebih dari satu.

"Misalnya, kemarin ada minta dibuatkan dua nopol sekaligus. Yakni plat W dan S. Alasannya karena sering berpergian ke Sidoarjo," bebernya.

Kasatlantas Polres Jombang, AKP Inggal Widya Perdana mengatakan untuk menghindari penggunaan plat nomor kendaraan palsu pihaknya akan melakukan razia.

"Kami juga akan imbau perajin plat nomor untuk minta kepada pemesan agar menunjukkan STNK asli saat membuat plat nomor polisi," tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menggelar razia rutin guna meminimalkan penggunaan plat nomor palsu. "Jika memang ditemukan penggunaan plat nomor palsu, itu merupakan tindakan pidana," pungkasnya.

Penulis: Sutono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help