Pilkada 2018

Blusukan di KRL, Emil Dardak Dikira Mahasiswa

Emil Elestianto Dardak, Cawagub Jatim nomor urut 1 menyapa para penumpang KRL jurusan Surabaya-Sidoarjo. Ada penumpang mengira dia mahasiswa.

Blusukan di KRL, Emil Dardak Dikira Mahasiswa
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahroh
Emil Elestianto Dardak saat menyapa penumpang KRL di Stasiun Gubeng, Surabaya, Selasa (13/3/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di sela kunjungannya dalam rangka melihat langsung sistem transportasi di Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo, Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut satu, Emil Elestianto Dardak, menyapa setiap calon penumpang kereta di Stasiun Gubeng Surabaya, Selasa (13/3/2018).

Sebelum berangkat naik kereta dari Stasiun Gubeng menuju Stasiun Porong, Sidoarjo, Emil menunaikan Shalat Ashar di Mushala stasiun. Usai shalat ia langsung blusukan sambil menyapa, menyalami, dan berdiskusi dengan calon penumpang KRL.

Menurut salah satu calon penumpang kereta, Hendra, sosok Emil Dardak bukan saja pemimpin yang muda, tampan, dan cerdas, melainkan juga pemimpin yang peduli dan berprestasi.

"Dia (Emil-red) sosok yang cerdas dan peduli, selain itu juga berprestasi," jelasnya.

Ia juga mengatakan, Emil adalah sosok pemimpin yang diharapkan masyarakat Jawa Timur karena perjuangan dan pengabdiannya selama memimpin Kabupaten Trenggalek. Hal itu terbukti dalam membuat kemajuan Kabupaten Trenggalek menjadi lebih baik.

"Saya kira sangat mampu memimpin Jawa Timur ke depan," tegasnya.

Sementara, menurut Arifah, perempuan yang juga berasal dari Sidoarjo mengatakan, dirinya merasa kaget saat melihat kedatangan Emil di dalam kereta yang tiba-tiba sambil mengucap permisi menumpang duduk di sampingnya.

Semula ia tidak menyangka bahwa pemimpin muda lulusan S3 dari Ritsumeikan University Jepang yang juga suami artis Arumi Bachsin itu suka blusukan dan sangat merakyat.

"Iya kaget saja, saya kira ia mahasiswa karena masih sangat muda namun berwibawa," akunya.

Ia juga berharap, dengan blusukannya Emil Dardak sebagai Cawagub Jatim tersebut, menjadi referensi untuk perbaikan sistem transportasi ke depan. Selain itu, juga mendukung Emil terpilih menjadi pemimpin Jatim.

"Saya sih berharap seperti harapan yang lain, agar transportasi ini cepat diganti biar lebih cepat," pungkasnya.

Di dalam kereta, bupati Trenggalek non aktif yang dikenal akrab dengan masyarakat itu tidak hanya duduk diam di atas tempat, ia terus berdialog dengan para penumpang kereta terkait akses transportasi di Kota Surabaya khususnya agar lebih baik dan bebas kemacetan.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help