Berita Surabaya

Anggota Surabaya Black Hat (SBH) Ditangkap FBI, begini Klarifikasi Penasihat Organisasi ini

Tiga peretas 600 situs di 40 negara yang ditangkap FBI mengaku anggota Surabaya Black Hat (SBH).

Anggota Surabaya Black Hat (SBH) Ditangkap FBI, begini Klarifikasi Penasihat Organisasi ini
habibur rohman
Foto ilustrasi pertemuan membahas cara menghindari "hacker". 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tiga peretas 600 situs di 40 negara yang ditangkap FBI mengaku anggota Surabaya Black Hat (SBH). Sebuah organisasi kepemudaan di bidang IT berbasis di Surabaya.

Saat dikonfirmasi terkait tiga pemuda berinisial NA, ATP, dan KPS merupakan anggota SBH, Rama Zeta, penasehat sekaligus mantan ketua SBH membenarkan hal tersebut.

Bahkan salah satu di antara mereka menurut Rama sudah lama di organisasi yang berdiri sejak 2011 tersebut.

"Benar anggota biasa saja, cuma yang perlu diluruskan Surabaya Black Hat bukan seperti yang diberitakan bahwa semua anggotanya melakukan hal seperti itu. Ada satu yang lama (salah satu yang tertangkap), cuma tiap tahun pasti rotasi dan mereka bertiga sudah bukan anggota tetap di SBH tahun ini," ungkapnya kala dihubungi Surya.co.id, Selasa (13/3/2018).

Baca: Kelompok Hacker di Surabaya Ditangkap Polisi, Setahun Keuntungan Mereka Rp 200 Juta, begini Modusnya

Rama menjelaskan jika segala bentuk tindakan ilegal yang dilakukan anggota SBH terlepas dari tanggungjawab organisasi.

"Di forum sudah ada peraturannya, bahwa kegiatan hacking deface dan sebagainya adalah tindakan illegal di Indonesia dan sudah diatur dalam UU ITE. Segala tindakan illegal yang dilakukan di luar forum, di luar pertanggung jawaban SBH dan tanggung jawab pribadi," tegasnya.

Baca: Surabaya Black Hat Akui 3 Tersangka Pembobolan Situs adalah Anggota Komunitasnya

Namun, Rama tidak memungkiri bahwa organisasi ini juga diskusi soal hacking deface. Menurutnya diskusi tersebut hanya untuk edukasi saja.

"Lebih ke prevention dan bukan web orang yang dicoba. Tapi web lokal," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved