Alun-Alun Gresik Direvitalisasi, Sebagian Warga Nilai Kinerja DPRD Gresik Seperti Ini

Massa yang tidak ditemui anggota dewan terus orasi untuk menyampaikan aspirasi. Massa sangat kecewa dengan kinerja dewan.

Alun-Alun Gresik Direvitalisasi, Sebagian Warga Nilai Kinerja DPRD Gresik Seperti Ini
surya/sugiyono
Para aktivis forum masyarakat Gresik peduli cagar budaya terus menyuarakan penolakan pembangunan Alun-alun Gresik, Selasa (13/3/2018). 

SURYA.co.id | GRESIK - Aliansi Forum Masyarakat Gresik Peduli Cagar Budaya (FMGPCB) unjuk rasa kembali ke DPRD Gresik, Selasa (13/3/2018). Mereka menuntut pertanggungjawaban wakil rakyat yang kembali menganggarkan untuk proyek revitalisasi Alun-alun Gresik sebagai Islamic Center.

Massa menilai fungsi DPRD Gresik sebagai pengawasan, penganggaran dan legislasi tidak berfungsi dengan mengizinkan anggaran tersebut. Sebab, pembangunan Alun-alun Gresik merusak kawasan cagar budaya.

"DPRD Gresik harus tegas dalam pengawasan anggaran. Tidak hanya setuju seperti paduan suara yang berimbas pada masyarakat kecil untuk mencari makan sehari-hari," kata Yasin, ketua paguyuban Pramuniaga Alun-alun Gresik, yang ikut dalam aliansi, Selasa (13/3/2018).

Massa yang tidak ditemui anggota DPRD Gresik terus menggelar orasi untuk menyampaikan aspirasi. Massa sangat kecewa dengan kinerja dewan, sebab benar-benar tidak memperhatikan aspirasi rakyat kecil.

"PKL yang berkali-kali unjuk rasa di depan gedung wakil rakyat tidak pernah didengar oleh dewan. Tapi kita tetap menyuarakan aspirasi. DPRD Gresik tidak punya komitmen," kata Syafiudin, anggota aliansi forum masyarakat peduli cagar budaya Gresik.

Masa juga kecewa dengan adanya kriminalisasi para aktivis yang tidak ada perhatian dari DPRD Gresik. Sebab, sampai saat ini tiga aktivis masih menjalani persidangan di pengadilan negeri Gresik hingga dinyatakan bersalah oleh jaksa penuntut umum.

Tiga terdakwa yaitu Fajar Rosyidi (23) dari PKL, Rizqi Siswanto (22), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik aktivis PMII dan Abdul Wahab aktivis LSM.

"Teman-teman kita telah menyuarakan aspirasi masyarakat, tapi wakil rakyat di DPRD Gresik tidak ada yang membela teman -teman kita para aktivis yang dikriminalisasikan," kata Devi Laraswati, Ketua PC PMII Gresik yang ikut aliansi.

Diketahui, unjuk rasa penolakan proyek revitalisasi Alun-alun Gresik sudah berlangsung sejak akhir 2017, sampai saat ini masa forum masyarakat Gresik peduli cagar budaya terus menolak proyek revitalisasi Alun-alun Gresik.

Penulis: Sugiyono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved