Berita Surabaya

Sosialita Cantik ini Siap Bagi-bagi Rp 20 Juta kepada Pelaku UMKM

Inilah cara sosialita di Surabaya dalam memberdayakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Surabaya dan sekitarnya.

Sosialita Cantik ini Siap Bagi-bagi Rp 20 Juta kepada Pelaku UMKM
surya/ahmad zaimul haq
BINA UMKM - Asrilia Kurniati (kiri) ketua umum CIK (Citra Indonesia Kreatif) bersama sejumlah pengurus disela rapat organisasi baru yang akan menaungi UMKM yang belum dibina Dinkop dengan memberi pinjaman nol persen dari CSR BUMN, Senin (12/3/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Inilah cara sosialita di Surabaya dalam memberdayakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Surabaya dan sekitarnya.

Para perempuan cantik yang tergabung dalam Citra Indosia Keratif (CIK) itu menggairahkan ekonomi rakyat dengan memberi bantuan modal. 

Setiap UMKM berhak atas bantuan modal berupa pinjaman tanpa bunga sama sekali.

"Setiap UMKM bisa mendapatkan modal sampai Rp 20 juta," ucap Ketua CIK Jatim, Asrilia Kurniati, Senin (12/3/2017).

CIK adalah Orgsnisasi perempuan di luar pemerintahan. Organisasi yang belum lama berdiri akan fokus pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan. UMKM menjadi barapa serius mereka.

Namun, fokus bantuan kepada pelaku ekonomi kerakyatan itu hanya berlaku bagi UMKM yang belum menjadi binaan Dinas Koperasi.

"Bisa UMKM pemula atau pokoknya yang tidak dibantu Pemerintah kami bantu," kata Ning Lia, panggilan Asrilia. 

Mereka yang belum mendapat sentuhan Pemerintah akan dibantu. Selain modal juga akan dibina mulai meningkatkan kualitas produk, kemasan, hingga pemasaran. Bahkan jika memang layak ekspor akan dibantu sepenuhnya. 

Saat ini sudah ada 40 pelaku UMKM yang menjadi binaan CIK. Organisasi perempuan non-profit ini akan menyalurkan CSR banyak perusahan besar. Baik BUMN maupun Swasta. 

Masruroh Yusuf, Sekertaris CIK menuturkan bahwa saat ini Pertamina sudah menyalurkan CSR melalui CIK.

"Silakan bantuan ini dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi kerakyatan," kata Masruroh. 

CIK untuk merealisasikan programnya itu akan mengajak 40 UMKM binaannya menggelar pameran di Gedung Islamic Center.

Bagaimana bentuk binaan dengan sentuhan ahli bisa dimaksimalkan pelaku UMKM.

Para pelaku UMKM itu sudah mulai digandeng dan dibina sejak Agustus 2017. Haislnya saat ini para pelaku ekonomi kerakyatan itu terus menggeluti usaha kecilnya. 

Kebanyakan adalah UMKM di sektor makanan dan Malakanan olahan. Jenis usaha ini mencapai 40 persen. Sisanya ada jualan pakaian salon dan rias manten.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved