Liputan Khusus

Persaingan Makin Berat, Driver Online Terjerat Cicilan Mobil

Kini ia merasakan kondisi yang berbeda dibanding dua tahun sebelumnya. Ia sering kesulitan mendapat banyak penumpang

Persaingan Makin Berat, Driver Online Terjerat Cicilan Mobil
surya/ahmad zaimul haq
Ilustrasi, pengemudi taksi berbasis aplikasi online sedang menunggu penumpang. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Titto Ahmad tampak serius memandangi dua layar telepon selulernya.

Sudah beberapa menit, tapi aplikasi penerima order taksi online tak juga muncul di bar notifikasi.

Padahal saat itu ia berada di daerah potensi penumpang, yakni di sekitar Stasiun Gubeng Lama, Surabaya.

“Biasanya ramai kalau ada kereta datang. Ini bukan jamnya, sepertinya,” kata Titto, pekan lalu.

Ia pun pamit dan bergegas membawa pergi mobilnya ke tempat lain yang lebih potensial untuk mendapatkan penumpang.

Wajar jika Titto buru-buru. Hingga siang itu, setelah bertemu dengan wartawan Surya, ia belum mengangkut penumpang satu pun.

Sejak dua tahun terakhir, Titto bekerja menjadi driver taksi online.

Awalnya itu hanya pekerjaan sampingan, ketika ia masih menjadi teller di sebuah perusahaan farmasi.

Tapi setelah menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK), hidup Titto sepenuhnya bergantung pada pendapatan dari taksi online.

Penghasilan sebagai driver taksi online awalnya cukup menggiurkan bagi Titto.

Halaman
1234
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved