Citizen Reporter

Datang ke Tempat Ini, Gratis Santapan Jiwa

Ini yang bisa didapat gratis di Gazebo Literasi. Menu gratis yang ditawarkan antara lain literasi media, budaya, sosial, sastra, dan agama.

Datang ke Tempat Ini, Gratis Santapan Jiwa
ist

Setelah adanya Poskamling Perpustakaan Belimbing, Angkot Baca Mahasiswa Bergerak dan Mobil Kaca UMM, kini ada Gazebo Literasi (GL). GL digagas Yayasan Bait Alhikmah untuk melengkapi gerakan literasi di Kota Malang.

Derasnya arus informasi yang semakin tak terarah dan membuat orang salah kaprah. Itu membuat Yayasan Bait Al Hikmah merancang gerakan yang dapat menjadi kontrol sosial berupa gerakan literasi.

Pradana Boy, pendiri Yayasan Bait Al Hikmah mengatakan, berbagai menu literasi yang ditawarkan cukup banyak.

“GL hanyalah sebagai wadah. Di dalamnya akan ada berbagai kajian dan gerakan mengenai literasi,” ucapnya.

Literasi yang ditawarkan cukup banyak, mulai dari literasi sastra, pendidikan, sosial, budaya, film, sejarah, media, hingga agama. Dari serangkaian gerakan yang telah dirancang itu, yang ingin ditekankan pada literasi di GL adalah tentang pentingnya literasi tradisional, yakni belajar bersama dan bertemu.

“Bertemu adalah salah satu kunci. Ada sesuatu yang tak tergantikan, yaitu kehadiran sosok guru. Itu tidak melulu masalah pelajaran yang disampaikan, tetapi juga lebih pada jiwa guru itu,” tutur pembina GL itu.

GL yang terletak di Jalan Raya Dermo Mulyoagung Malang itu dilengkapi dengan beberapa koleksi buku yang dapat dibaca siapa saja dan kapan saja. Tempat itu terbuka bagi siapa saja yang ingin melek mengenai sesuatu dan cocok untuk bagi orang yang haus akan ilmu.

Edi Sucipto, penanggung jawab GL menuturkan, tempat itu sebenarnya semacam kafe. Meski demikian, manfaatnya bukan hanya berjualan makanan atau minuman, namun juga dapat menfasilitasi kegiatan literasi.

“Pengunjung yang datang bukan hanya dapat memesan makan atau minum namun juga bisa menikmati menu kudapan untuk jiwa secara gratis, yakni kajian,” tuturnya saat ditemui pada Kajian Literasi Agama, Jumat (9/3/2018).

Agar selaras dengan suasana literasi menu yang disajikan, desainnya setema dengan literasi. Ada kopi nusantara, ada minuman multikultural, minuman tradisional, minuman capital, serta minuman puritan.

Dengan begitu pengunjung akan benar-benar merasakan suasana yang menyenangkan dalam berliterasi.

Edi berharap, GL dapat memperkuat khasanah keilmuan di Kota Malang. Orang tidak mudah terseret arus perdebatan dan mudah menerima perbedaan serta mudah menyatakan sikap-sikap positif terkait dengan perbedaan.

“Semoga dari tempat kecil ini dapat melahirkan gagasan yang besar dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Maharina Novi
Humas UMM, Ikatan Pelajar Muhammadiyah
Instagram @MaharinaNovii

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help