Citizen Reporter

Bosan Bunga, Katakan dengan Donat

Membuat usaha bukan hanya menghasilkan produk. Itu harus dibarengi dengan kreativitas agar konsumen selalu mendapat sesuatu yang baru.

Bosan Bunga, Katakan dengan Donat
ist

Buket biasanya terbuat dari bunga yang dirangkai. Buket di Kabupaten Sumenep tampil berbeda. Buketnya terbuat dari donat.

Usaha kreatif itu dilakukan Hikmah Hidayati (30) ibu rumah tangga yang tinggal di Perumahan Alam Permai Asri Selatan, Sumenep. Iik, begitu dia disapa, berupaya membuat donat dengan kemasan unik.

Dia mengawali usaha dengan mencoba-coba membuat donat. Tahun lalu ia baru memulai usaha dengan kreativitas unik agar konsumen datang.

“Awalnya saya membuat donat huruf dan donat mini. Lama-lama banyak yang berminat. Setelah donat huruf dan mini kemudian dilanjut dengan inovasi berbeda. Sekarang ada donat pizza, donat tart, dan yang terakhir buket donat,” tutur wanita alumnus Kebidanan Universitas Wiraraja itu.

Iik juga membuat donat karakter seperti Doraemon, Hello Kitty, Minions, Kerophi, Spongebob, Tayo, Angry Birds, dan beberapa animasi lain. Dia juga membuat karakter orang seperti wanita yang mengenakan kerudung dan masih banyak lagi.

Buket donat terinspirasi dari Valentine bulan lalu. Ia ingin membuat hadiah yang unik.

“Biasanya anak muda itu ngerayain Valentine dengan memberikan cokelat atau bunga ke pasangannya. Mengapa itu tidak dikolaborasikan saja dengan donat,” ungkap wanita kelahiran Sumenep itu.

Peminatnya tidak hanya dari kalangan remaja. Kebanyakan pembeli adalah mereka yang akan merayakan hari jadian atau pun hari ulang tahun pasangannya. Orang tua tidak mau kalah dengan remaja-remaja yang menjadi pemesan terbanyak.

“Pesanan dapat diambil sendiri atau juga bisa diantarkan,” katanya. Itu menjadi salah satu cara untuk menarik minat pembeli karena mereka tidak perlu repot mengambil pesanan.

Usaha yang ditekuni Iik dimulai karena ia melihat di Sumenep belum ada yang membuat beraneka bentuk donat. Melihat tren di kota-kota besar yang menunjukkan peminat donat mengantre dan pemesanan membeludak, ia kemudian membuat itu di Sumenep.

Dari situ tercetus Sumenep Sweets Donut. Tahun lalu dia mulai menggunakan Instagram dan Facebook sebagai media promosi. Proses pembentukan karakternya memerlukan waktu 3-5 jam.

“Setiap hari bisa membuat banyak pesanan. Biasanya pukul 10.00 sudah selesai dan satu jam kemudian siap diambil atau diantarkan,” ungkapnya.

Harga donatnya terjangkau, mulai dari Rp 4 ribu untuk donat huruf hingga Rp 28 ribu untuk buket donat. Dari usaha donat, Iik mendapatkan omzet Rp 6-7 juta.

“Target selanjutnya setelah buket donat akan membuat donat greentea,” tutur Iik. Dia tidak khawatir idenya ditiru karena baginya, inovasi itu membuat orang semakin kreatif.

Moh Ramadhanur H
Pelajar SMA Negeri 1 Sumenep

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help