Punya Harta Melimpah, Pendiri Matahari Hari Darmawan Pilih Tinggali Rumah Kecil. Mengapa?

Pendiri Matahari Department Store, Hari Darmawan rupanya lebih memilih tinggal di rumah kecil meski hidupnya tak kekurangan

Punya Harta Melimpah, Pendiri Matahari Hari Darmawan Pilih Tinggali Rumah Kecil. Mengapa?
istimewa
Hari Darmawan 

Pemilik Taman Wisata Matahari (TWM) ini dinyatakan menghilang sekitar pukul 21:00 WIB.

Hingga akhirnya berhasil ditemukan keesokan harinya sekitar pukul 06.30 WIB.

Hingga berita ini dimuat, belum diketahui secara pasti apa penyebab kematian Hari Darmawan.

Namun ada dugaan yang diungkap oleh pihak manajemen TWM.

Dugaan sementara kematian Hari karena kehilangan keseimbangan saat sedang melihat kondis air sungai Ciliwung dari dekat.

Saat itu, kondisi hujan deras dan mengakibatkan aliran sungai Ciliwung meningkat.

Diduga Hari ingin melihat lebih dekat namun nahas, ia terjatuh ke sungai karena kurang seimbang.

Hal ini diungkap oleh pihak manajemen lewat siaran pers yang diterima awak media.

Kendati demikian, itu masih di tahap dugaan sementara, belum ada klarifikasi resmi mengenai kecelakaan ini.

Kepergian pendiri Matahari Group ini sontak menjadi perhatian publik.

Bagaimana tidak, orang sepenting Hari Darmawan tewas di sungai ciliwung.

Muncul banyak pertanyaan mengenai kecelakaan tersebut.

Tak banyak yang tahu pula sosok Hari Darmawan yang merupakan pelopor perusahaan retail di Indonesia.

Hari Darmawan lahir dari keluarga pengusaha lokal Makassar yang menjual produk pertanian.

Pada 1950, usaha keluarganya itu mengalami kesulitan hingga bangkrut.

Terpaksa Hari Darmawan dan orangtuanya harus berjuang dari nol untuk membangun usahanya lagi.

Setelah lulus dari SMA, Hari Darmawan memutuskan untuk merantau ke Ibu Kota untuk mengadu nasib.

Di sana ia berjodoh dengan seorang wanita bernama Anna Janti, seorang putri pemilik toko serbag ada bernama "Mickey Mouse".

Hari dipercaya untuk mengelola toko tersebut hingga berkembang pesat.

Kemudian, pada 1968 ia membeli toko serba ada bernama "Toko De Zon" yang kini dikenal dengan nama "Matahari".

Hari Darmawan mengalami jatuh bangun dalam menjalankan usaha "Matahari".

Semua yang ia bangun harus menelan kepahitan pada krisis moneter 1997.

Usaha "Matahari" resmi dijual Hari kepada Lippo Group.

Alhasil, Hari Darmwan kemudian mendirikan perusahaan baru bernama "Pasar Swalayan Hari-hari".

Tak hanya bidang retail saja yang dijejalinya, tapi juga bidang pariwisata.

Pria kelahiran 1940 ini membangun Taman Wisata Matahari yang berlokasi di Bogor.

Tinggali Rumah Kecil, Padahal Punya Harta Melimpah, Hari Darmawan Pernah Bilang Bukan Bangkrut

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tinggali Rumah Kecil, Padahal Punya Harta Melimpah, Hari Darmawan Pernah Bilang Bukan Bangkrut

Editor: Any Riaya Nikita
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help