Citizen Reporter

Ini Aroma Ngangeni Pasar Pabean

Bagi sebagian orang, masuk pasar tradisional itu siksaan karena aromanya bercampur. Akan tetapi, bagi banyak orang justru itu yang membuat kembali.

Ini Aroma Ngangeni Pasar Pabean
ist
Errel Hemmer, Andrea Decker, dan Dhahana Adi

Kapan terakhir Anda masuk pasar tradisional? Minggu kemarin, bulan lalu, atau bahkan sudah cukup lama tidak masuk pasar dan sekadar melewati gerbang pasar yang biasanya bertumpuk barang beraneka.

Bagi banyak orang, pasar tradisional tidak menawarkan kenyamanan. Meski sudah ada los untuk menjual barang tertentu, tetap saja aromanya bercampur aduk.

Pasar Pabean, orang Surabaya ataupun Jawa Timur pasti tak asing dengan nama ini. Namun, masih jarang yang menjadikannya sebagai destinasi wisata terutama bagi para tamu mancanegara.

Wajar saja, pasar ini nyaris kalah pamor dengan Pasar Ampel yang lokasinya tak jauh. Pasar Ampel menawarkan kekhasan perpaduan budaya Indonesia dan Timur Tengah.

Pasar Pabean tak lebih dari pasar yang menawarkan bau amis ataupun aroma bumbu dapur yang menyengat. Akan tetapi, di situlah keunikannya. Itu juga yang ditawarkan kepada dua kawan yang kebetulan sedang tinggal di Surabaya, Erell Hemmer dan Andrea Decker.

Tidak menunggu lama, Senin sore (5/3/2018), perjalanan dimulai. Hemmer dan Decker sudah mendapat informasi tentang pasar. Saat itu mereka harus menyusuri los-los pasar ikan di Surabaya Utara itu.

Genangan air sisa hujan yang turun hampir sepanjang hari hingga kepulan asap pembakaran ikan, tak menyurutkan langkah kaki mereka menapaki dan memotret rona kehidupan pasar ini. Alunan musik dangdut pun menambah semarak dan semangat keingintahuan mereka pada sebuah bentuk keegaliteran Surabaya.

Dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata, mereka tak canggung bersenda gurau ataupun sekadar bertegur sapa dengan para pedagang dan warga kampung Kalimas Hilir. Sesekali mereka berdua pun berpotret bersama sebagai kenang-kenangan.

Yang menjadi istimewa, Pasar Pabean adalah saksi dari awal persahabatan dua jelita beda bangsa tersebut padahal mereka tidak saling mengenal sebelumnya. Erell Hemmer adalah fotografer Prancis yang menjadi tamu Institute Francaise Indonesia dan Andrea Decker adalah kandidat doktoral etnomusikologi University of California.

Melepas lelah, seporsi sate karak menjadi pelengkap indahnya perjalanan itu saat senja. Di akhir perjumpaan, mereka berdua pun kompak berkata, “Ini keren. Matur nuwun, Mas Ipung!”

Dhahana Adi
Penulis Surabaya Punya Cerita

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help