Berita Surabaya

Warga Surabaya Banyak yang Tak Pakai Helm, Satlantas Gencar Lakukan Sosialisasi

Pelangaran lalu lintas yang banyak terlihat adalah tidak memakai helm, boncengan lebih dari dua orang dan melawan arus.

Warga Surabaya Banyak yang Tak Pakai Helm, Satlantas Gencar Lakukan Sosialisasi
surya/ahmad zaimul haq
Ilustrasi pengendara motor yang melakukan pelanggaran, dua anak tidak memakai helm. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Keamanan selama berkendara diperlukan, tak hanya sekadar menaati rambu dan peraturan yang berlaku.

Hal ini untuk menjaga keselamatan diri sendiri dari kecelakaan.

Nyatanya, kesadaran ini belum juga sepenuhnya diketahui pengguna jalan yang sering melintas di Jalan Kota Surabaya.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Eva Guna Pandia menerangkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi pentingnya menaati peraturan berkendara untuk keselamatan pengendara.

"Kami melakukan sosialisasi mulai dari sekolah TK, SD, di terminal, di jalan-jalan kota dan semua lapisan masyarakat. Harapannya kesadaran berkendara ini semakin meningkat," katanya, Jumat (9/3/2018).

AKBP Pandia juga sempat melihat kebiasaan masyarakat yang melintas di Kota Surabaya.

Pelangaran lalu lintas yang banyak terlihat adalah tidak memakai helm, boncengan lebih dari dua orang dan melawan arus.

"Nah waktu kami sosialisasi di depan monumen Polisi Istimewa, ada pengendara sepeda motor boncengan lima. Alasannya mau menjenguk keluarga sakit. Lalu juga ada orangtua yang membonceng anaknya tanpa dilengkapi helm," katanya menceritakan temuan di lapangan.

Dari pelanggaran di tersebut AKBP Pandia mengatakan jika sampai terjadi kecelakaan, pengendara bisa saja gagar otak atau meninggal dunia.

"Apalagi anak-anak, orangtua sering tidak menghiraukan hal itu," tambahnya memperingatkan para orangtua.

Sementara pelanggaran yang kerap dilakukan oleh roda empat adalah merokok dan bermain ponsel, saat menyetir.

AKBP Pandia mengatakan hal itu memang bagian dari hak para pengendara, namun merokok dan bermain ponsel bisa mengganggu konsentrasi.

"Semua memang hak pengemudi, tapi peraturan memang ada pasal 283, 106. Di mana pengendara bermotor yang melakukan kegiatan lain selain mengemudi dan mengakibatkan gangguan konsentrasi didenda dengan denda maksimal Rp 750 ribu rupiah," tegasnya.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help