Citizen Reporter

Sekarang Perpustakaan 24 Jam

Perpustakaan punya jam buka? Mengundang peminat datang saja sulit, masih dibatasi jam buka. Saatnya membuka perpustakaan 24 jam!

Sekarang Perpustakaan 24 Jam
pixabay.com

Perkuliahan Bibliometrika selalu mengundang rasa ingin tahu. Damono, pustakawan di Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Malang, membuka kelas yang diikuti 30 mahasiswa prodi Ilmu Perpustakaan, Universitas Negeri Malang (UM), Kamis (15/2/2018).

“Perpustakaan merupakan salah satu pusat informasi. Demi menghadapi persaingan ketat era globalisasi, perpustakaan harus berbenah diri,” kata Damono di Gedung Q/103 Fakultas Sastra UM.

Ia menambahkan, persebaran informasi yang kian hari kian pesat dibarengi dengan teknologi yang tumbuh sangat cepat, memang sangat memengaruhi keberadaan perpustakaan. Beragamnya kebutuhan pemakai perpustakaan itu harus segera diatasi.

“Mereka membutuhkan inovasi dan kreativitas dari perpustakaan agar tidak ditinggalkan,” tegasnya.

Perpustakaan dan masyarakat sejatinya memiliki hubungan erat yang tidak bisa dilepaskan. Perlahan kini masyarakat telah bertransformasi menjadi masyarakat informasi. Informasi telah menjadi komoditas utama dalam kehidupan sehari-hari.

Itu pula yang melatarbelakangi munculnya konsep Library 2.0. Moh Safi’i, dosen pengampu mata kuliah Semantic Web mengungkapkan, munculnya konsep itu dapat diartikan memang saat ini perpustakaan harus keluar dari zona nyaman.

Konsep Library 2.0 merupakan sebuah konsep perpustakaan modern dengan mengorientasikan kegiatannya kepada pemakai. Menurutnya, dewasa ini perpustakaan bukan lagi hanya sebagai tempat menyimpan buku, tetapi lebih dari itu.

Perpustakaan harus berani berbenah, mengadopsi segala perubahan positif yang ada, tanpa menghilangkan esensinya sebagai institusi pengelola informasi.

“Dengan melibatkan pemakai, tentu akan memudahkan perpustakaan untuk mencapai tujuan organisasi. Hal sederhana dan sering dijumpai saat ini adalah akun atau link media sosial perpustakaan. Mereka beroperasi 24 jam,” paparnya.

Perpustakaan juga harus mengikuti tren, karena itu merupakan salah satu upaya mereka untuk merangkul pemakai lebih luas. Perbaikan fasilitas, sarana, dan prasarana serta penambahan koleksi, sebagian besar merupakan hasil masukan para pemakai.

“Fakta di lapangan, khususnya di Indonesia saat ini sudah mulai banyak perpustakaan yang menerapkan konsep itu. Itu terjadi karena mereka mulai sadar akan pentingnya peran pemakai perpustakaan,” tutur Safi’i.

Walau belum merata, itu merupakan momen awal untuk mengubah wajah perpustakaan yang baru. Jadi, masih ada alasan untuk tidak ke perpustakaan?

Noval Arisandi
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Universitas Negeri Malang

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved